RAGAM

ANEH!!! Tiba-Tiba Sungai Ini Berubah Merah Seperti Darah

Kediri, KabarSriwijaya.com – Warga kediri saat ini dihebohkan dengan Salah satu sungai yang ada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri tiba-tiba berubah warna menjadi merah, dan bila dilihat seperti lautan darah.

Atas hal ini Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur akan menelusuri penyebab warna air sungai di Kecamatan Pesantren tersebut yang tiba-tiba berubah menjadi merah.

“Kami masih akan cek ke lokasi guna mengetahui penyebab pastinya,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Rabu (27/4).

Warna air sungai di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri berubah menjadi merah darah. Warga setempat serta yang melintas di jalur menuju kawasan wisata Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut) panik.

Binti, warga setempat mengatakan, tidak mengetahui persis penyebab warna merah darah di sungai itu. Ia pun kaget sebab perubahan warna itu baru terjadi kali iini.

loading...

“Kalau penyebabnya bisa jadi limbah, tapi asalnya dari mana, saya tidak tahu. Selama di daerah sini, saya juga baru tahu ini ada perubahan warna sungai sangat merah seperti darah,” katanya.

Ia sempat merinding mengetahui perubahan warna sungai itu. Bahkan, karena perubahan yang sangat mendadak, para tetangga, pekerja pabrik, serta pengguna jalan banyak yang berhenti untuk melihat perubahan air sungai.

“Banyak pekerja bahkan pengendara jalan yang berhenti untuk menyaksikan perubahan air sungai. Ini kejadian aneh,” katanya.

Perubahan warna sungai itu terjadi dari arah sungai mulai dari timur terjadi siang hari. Namun, belum jelas asal dari penyebab perubahan warna air sungai itu. Warga juga tidak mencium bau yang menyengat dari sungai ketika air berubah menjadi merah.

Di lokasi Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, terdapat sejumlah perusahaan misalnya ada pabrik gula, ada industri rumahan pengolahan bekicot. Namun, selama ini belum pernah diketahui dari industri itu mengeluarkan warna seperti darah itu.

BACA JUGA :  Astra Motor Sumsel Gelar Kontes Mekanik Tingkat SMK

Binti berharap, pemerintah daerah segera melakukan penelitian asal perubahan warna itu. Jika warna itu ternyata dari limbah dan berbahaya, masyarakat tentunya menjadi korban. “Harapannya segera diteliti, penyebabnya apa, agar kami pun juga tahu,” kata Binti. (*/Red)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close