NASIONALRAGAM

Ariya, Bocah ‘Raksasa’ Asal Karawang Kini Jadi Perhatian Dunia

1981abac-4b20-4de1-8a71-9440c6d0f07f

Karawang РNama Ariya Permana, bocah berusia 10 tahun asal Karawang, Jawa Barat, mendunia. Sejumlah media asing memberitakan kehidupannya. Ada yang takjub, ada juga yang waswas dengan pertumbuhan bocah berbobot 188 kg itu.

Ariya adalah anak kedua pasangan Ade Somantri (40) dan Rokayah (34). Keluarga ini tinggal di Kampung Pasirpining, Desa Cipurwasari, RT 2 RW 1, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

Menurut Ade, Ariya yang lahir 15 Februari 2006 itu sebenarnya lahir dengan bobot normal, yakni 3,8 kg. Seiring waktu, bobot tubuhnya terus bertambah. Bahkan saat memasuki usia 8 tahun, berat badan Ariya kurang lebih 1 kuintal. Bobot puncak Ariya sejauh ini mencapai 192 kg.

Media Inggris, telegraph.co.uk, pada Rabu, 29 Juni 2016 waktu setempat, menyebut Ariya mengalami obesitas yang ekstrem. Ariya digambarkan sebagai bocah dengan kebiasaan tak biasa, mulai dari cara tidur sampai pola makan.

Di sisi lain, juga dituliskan, “Ariya berpuasa setengah hari seperti anak seusianya.”

Media Inggris lainnya, the Sun, cenderung menyoroti efek kegemukan Ariya. Dituliskan, bocah yang kini belajar di rumah itu tak bisa berjalan ke sekolah, orangtuanya khawatir anaknya meninggal, dan kebiasaan makan 5 kali sehari.

“Satu porsi makannya cukup untuk makan 2 orang dewasa,” tulis the Sun.

Foto: Internet

Selain Telegraph dan the Sun, media Inggris yang memberitakan Ariya di antaranya Mirror, Dailymail, dan lain-lain.

Ariya juga jadi perhatian media Malaysia dan India. Malaysia Digest dan India Today memberitakan dengan tone yang sama pada Kamis, 30 Juni 2016. Mereka menyebut Ariya sebagai bocah raksasa yang harus diet agar tetap hidup.

Foto: Internet

“Anak saya tumbuh sangat cepat, saya khawatir akan kesehatannya,” tulis Malaysia Digest mengutip pernyataan ibu Ariya, Rokayah.

detikcom sudah bertandang ke rumah Ariya sebelum jadi perhatian dunia. Saat itu, Rabu 29 Juni 2016, Ariya tengah tiduran di ruang tengah sambil memegang tablet. Dia terlihat sehat. Tapi tentu saja tak selincah anak-anak seusianya karena faktor berat badan.

Ayah Ariya, Ade Somantri, menjelaskan pada 15 Mei 2016 Ariya sempat dibawa dan diperiksa di RS Bersalin Asih, Panglima Polim, Jakarta Selatan. Hasilnya bobot Ariya yang awalnya 192 kg turun jadi 188 Kg.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

“Alhamdullillah setelah diperiksa semuanya sehat, mulai dari jantung, darah, dan lain-lain. Kata dokter ini besar begini bukan lemak, tapi daging,” kata Ade yang bekerja sebagai satpam ini.

Dalam waktu dekat, Ariya akan diperiksa lagi oleh dokter. Hanya untuk memastikan bahwa bocah raksasa itu akan tetap sehat dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

 

(detik.com)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close