
Palembang, KabarSriwijaya.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang lakukan aksi damai di Mapolda Sumsel dan Kejati Sumsel, Jum’at (23/09/2016).
Aksi ini adalah aksi serentak HMI diseluruh wilayah tanah air sesuai dengan instruksi PB HMI sesuai dengan hasil rapat harian PB HMI, Senin 20 September lalu.
Pantauan dilokasi, massa aksi yang terdiri dari kader dan pengurus HMI Palembang, berkumpul di Kampus UIN Raden Fatah Pukul 08.30 WIB kemudian lakukan long march ke Mapolda Sumsel, kemudian massa aksi ramai-ramai konvoi ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel juga untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Saat diwawancarai, Arif Wicaksono Koordinator Aksi mengungkapkan bahwa aksi ini adalah aksi damai seperti yang diinstruksikan PB HMI kepada cabang se-Indonesia.
“Aksi ini adalah wujud kekompakan dan kesolidan HMI Seluruh Indonesia terhadap penegakkan supremasi hukum yang ada di Indonesia,” ungkap Arif.
Senada, Aji Dwi Cahya Koordinator Lapangan mengatakan bahwa aksi ini adalah aksi untuk menyoroti beberapa permasalahan hukum yang ada di Indonesia.
“Ini adalah bentuk keprihatinan kami (HMI, Red) terhadap permasalahan hukum yang ada di Indonesia. Dan kami meminta agar permasalahan-permasalahan hukum tersebut dapat segera dituntaskan,” ujar Aji.
Berikut beberapa permasalahan hukum yang menjadi sorotan HMI seperti yang tertuang dalam tuntutan mereka antara lain meliputi Penuntasan kasus Saut Situmorang yang saat ini masih berjalan di tempat, Mengecam keras atas pemukulan Ketua Umum HMI Cabang Ternate yang dilakukan oleh oknum Kejati Ternate, Mengecam keras atas pembakaran atribut HMI yang dilakukan oleh salah satu dosen UIN Makasar.
Selain itu, menantang KPK mengusut tuntas kasus BLBI dan Century yang telah merugikan keuangan Negara serta mendesak Kejagung agar segera menyelesaikan kasus dana hibah di Sumsel tahun 2013. (Hrs)