
OKU Timur, KabarSriwijaya.com – Untuk membantu pencarian korban yang diduga bunuh diri dengan melompat ke Sungai dari jembatan Komering Martapura Kabupaten OKU Timur, Basarnas Provinsi Sumatera Selatan turunkan Tim yang terdiri dari sembilan orang personil pada Rabu malam (24/05/2017).
Selain dibantu oleh warga setempat, Tim Basarnas Sumsel ini turut dibantu oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur dan relawan PMI OKU Timur.
“Saya beserta Anggota Basarnas propinsi Sumatera Selatan tiba malam tadi, dan kami langsung melakukan penyisiran pada pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, dengan penyisiran sejauh 10 kilometer, karena hasilnya kurang efektif, maka penyisiran pencarian mayat dihentikan sementara,” ucap Manca selaku Komandan Tim Basarnas Sumsel.
Pagi ini, Kamis (25/05) pada pukul 07.30 WIB, Basarnas melalui BPBD mendapat informasi dari masyarakat bahwa mayat korban sudah ditemukan di sekitar wilayah Tanjung Aman Kelurahan Pasar Martapura, tidak jauh dari penyedotan tambang pasir.
“Lalu kami segera mengevakuasi korban dibantu oleh pihak kepolisian dan saat ditemukan korban dalam keadaan tersangkut di ranting bambu sungai komering,” imbuhnya.
Pantauan dilokasi, mayat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebat Sari Martapura dengan kondisi anggota tubuh jasad sudah dalam keadaan lebam.
Sementara itu, Rusman selaku Kepala BPBD OKU Timur menjelaskan bahwa anggota BPBD dan MPB malam tadi telah membantu pencarian korban yang diduga bunuh diri.
“Menurut informasi dari keluarga korban, bahwa korban ini sudah meninggalkan rumah dari tiga hari yang lalu. Tak hanya itu, keluarga korban juga menuturkan kalau korban sering mengalami kesurupan. Diketahui, korban bernama Agus Periyanto (23) warga Arga Mulya Kecamatan Belitang Jaya,” ujarnya.
Rusman juga menambahkan bahwa BPBD telah menyiapkan lima anggota Masyarakat Peduli Bencana (MPB) di setiap kecamatan yang ada di OKU Timur.
“Kita sudah menyiapkan lima anggota masyarakat peduli bencana (MPB), adapun tugasnya adalah untuk membantu penanggulangan bencana baik dari kecamatan maupun ke desa-desa,” imbuhnya. (RA)
