ADVMuratara

HUT Ke-4, Muratara Fokus Benahi Infrastruktur

Muratara, KabarSriwijaya.com – Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muratara ke-4, dilaksanakan Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka memperingati Hari Jadi kabupaten Muratara ke-4.

Acara peringatan HUT Kabupaten Muratara yang dihadiri langsung tokoh nasional Yusril Ihza Mahendra, Anggota DPR RI, Fauzi H Amro, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin, ketua DPRD Provinsi Sumsel H Giri Ramanda Kiemas beserta sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumsel, Kepala BNN Sumsel Brigjen Antoni Hutabarat, serta kepala daerah tetangga.

ADV HUT MURATARA3

Rapat paripurna istimewa yang dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriansyah selanjutnya membacakan sejarah Kabupaten Muratara dan pemekaran kabupaten Muratara hingga terlahir pada 11 Juni 2013 dengan memakan korban warga Muratara 4 orang meninggal dunia, sementara belasan masyarakat lainnya dan aparat kepolisian alami cidera atas bentrokan saat perjuangan pemekaran.

“Muratara telah lama terarsip dalam perjalanan sejarah bangsanya, Tahun 1825 Kesultanan Palembang jatuh ketangan Belanda, dan wilayah Rawas masuk dalam keresidenan Palembang dengan status Onder-afdeling Rawas beribukota di Surulangun Kecamatan Rawas Ulu,” sebut Efri.

HUT ADV MURATARA5

Tanggal 23 April 2013 terjadilah pemblokadean Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) dengan cara membakar ban, guna menuntut agar Kabupaten Muratara mekar, malamnya pukul 21.00 Wib, terjadi bentrok yang berakibat meninggalnya empat orang akibat penembakan dalam bentrokan antara demonstran dan pihak aparat penegak hukum.

Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat secara khusus meminta Pembacaan surat alfatihah atas meninggalnya empat orang korban pemekaran kabupaten Muratara saat berjuang memekarkan kabupaten Muratara dipimpin oleh bupati Muratara atas permintaan warga sebelum dirinya menyampaikan kata sambutan dalam rapat paripurna istimewa tersebut.

HUT ADV MURATARA1

Diungkapkannya, bahwa pemerintahan kabupaten Muratara tetap fokus kepada pembenahan infrastruktur dasar yang memang menjadi kebutuhan masyarakat seperti Air bersih, listrik, jalan, pendidikan dan kesehatan. Menurut Syarif, kabupaten Muratara 66 persen sudah teraliri listrik, hana tinggal 34 persen atau 28 desa yang masih belum dialiri listrik. Sehingga memerlukan perhatian khusus pemerintah provinsi Sumsel.

Sementara, Gubernur Sumatera Selatan , H Alex Noerdin menyampaikan bahwa melaksanakan pembangunan kalau hanya mengandalkan APBD saja setiap tahunnya tidak akan berkembang. Dia meyakini bahwa kabupaten Muratara mampu berkembang dengan baik dan bersaing dengan kabupaten yang lebih ‘tua’ lainnya.

“Saya menaruh harapan besar dengan kabupaten ini agar bisa lebih maju walau sekarang merupakan kabupaten tertinggal, karena Sumber Daya Alamnya melimpah, ada gas, batu bara, emas dan perkebunan, ayo bersaing kalau mau maju,” seru dia.

Apabilah hanya mengandalkan APBD yang hanya 700 Miliar tidak akan cukup. Cari dana dari luar, datangkan investor atau pihak ketiga ke daerah.” Saya yakin di Muratara bisa meninggalkan daerah yang sudah lama ada, hampir semuanya, sekarang tergantung pemimpinnya, saya tidak meragukan pak bupati namun jalin kerjasama dengan DPRD sebagai bagian penyelenggara pemerintahan daerah,” pesan Alex Noerdin.

“Kalau Bupatinya sendirian tidak akan mampu membangun daerah ini. jadi harus didukung oleh masyarakat dan juga kerjasama yang baik dengan DPRD, itu syarat utama dan pertama,”terangnya. “Saya menaruh harapan besar kepada kabupaten ini. Ayo bersaing dengan kabupaten lain, kalau mau maju ayo bersaing,”diajak sang pelopor Sekolah Gratis dan Berobat Gratis itu. (Adv/Mir)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close