SUMSEL

HKTI Sumsel Gelar Musprov Ke VIII Bahas Solusi Problem Tani

 

HKTI Sumsel Gelar Musprov Ke VIII Bahas Solusi Problem Tani
Ketua DPN HKTI, Jendral Purnawirawan Moeldoko saat memberikan sambutan pembukaan Musprov Ke VIII HKTI Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Palembang (28/12/2017).

Palembang, KabarSriwijaya.com : Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Ke VIII untuk membahas problem kaum tani di Sumsel dengan tema ‘HKTI Sumsel Bangkit, Petani Makmur’ di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (28/12/2017).

Acara Musprov dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Jenderal TNI ( Purn ) Dr Moeldoko. Turut hadir Wakil Ketua Umum HKTI Sihotang Pahotan, Sekjen HKTI Mayjen TNI ( Purn ) Bambang Budi Waluyo, Penasehat MK Hatta Mustofa, Pengurus DPN HKTI M Arif Rahman, Pengurus DPP HKTI Sumsel dan Para Ketua HKTI Kab/Kota se Sumsel.

Ketua HKTI Sumsel, Iskandar Samuel, mengatakan, Musprov HKTI Sumsel Ke VIII ini untuk memilih pengurus DPP HKTI Sumsel dan melakukan evaluasi serta merumuskan program HKTI Sumsel secara kewilayahan.

loading...

Samuel menjelaskan, saat ini problem yang dihadapi kaum tani masih kompleks seperti ketersediaan lahan, bibit, pupuk dan harga karet.

“Langkah kongkrit kedepan kita berharap HKTI se sumsel untuk menginventarisasi persoalan di wilayah masing-masing guna mencari solusi penyelesaiannya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Erwin Nur Wibowo, yang hadir mewakili gubernur, berterimakasih kepada HKTI yang telah berkiprah di bidang pertanian di Sumatera Selatan.

Erwin mengharapkan dengan luas lahan pertanian di Sumatera Selatan yang cukup potensial harus di kelola oleh kaum tani dengan optimal.

“Sumsel memiliki 670rb hektar lahan sawah dan lahan sub optimal seluas 430 hektare, kalau kita kelola dengan baik Sumsel akan menjadi lumbung pangan terbesar di Indonesia” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPN HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko berharap HKTI kedepan harus menjadi solusi bagi kaum tani dalam menyelesaikan persoalan mereka.

“Doktrin yang saya berikan kepada HKTI adalah HKTI harus menjadi solusi semangat untuk memberikan pengabdian kepada petani,” tegasnya. (SB)

BACA JUGA :  Tiga Produk Eco Food Muba Go To Oslo Norwegia
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close