PLN Lubuklinggau Bangun Jaringan Bawah Tanah Tahun Ini
Lubuklinggau, KabarSriwijaya.com – Guna meminimalisir gangguan listrik di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, yang menyebabkan pemadaman aliran listrik, tahun ini PLN bakal membangun jaringan bawah tanah yang jauh lebih aman. Senin, (15/07/2019).
Manajer Unit PLN Lubuklinggau, Mustofa menjelaskan, jaringan bawah tanah akan dimulai pembangunannya dari Gardu Induk Petanang sampai Simpang GOR, lebih kurang sepanjang dua setengah kilometer yang merupakan pembangunan awal. “Sumbernya dulu kita perbaiki, karena di sana rawan longsor,” kata Mustofa.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, hal itu disebabkan selain karena biaya investasi yang besar, hampir tiga kali lipat biaya jaringan biasa, juga karena sistem pengajuan pembagunan dilakukan setiap tahun sesuai dengan kebutuhan, pengajuan tahun ini direalisasikan pada tahun berikutnya.
Kondisi kebutuhan listrik di Kota Lubuklinggau saat ini, lanjutnya, sudah menjadi kebutuhan pokok, seperti di kota-kota besar di Indonesia, sayangnya PLN Lubuklinggau belum bisa menjamin kontinuitas jaringan listrik tanpa padam, masih banyak kendala yang harus dihadapi.
Khusus Kota Lubuklinggau, sebenarnya secara kapasitas tidak terkendala, karena sudah surplus atau berlebih, namun secara regional aliran listrik masih terkendala karena jangkauan terlalu luas.
Hal itu disebabkan tiga wilayah yakni Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara, aliran listrik hanya disuplay satu gardu induk di Petanang, idealnya satu daerah Kabupaten atau Kota terdapat satu gardu induk. “Jarak ideal antara 20 sampai 40 kilometer, tersedia satu gardu induk,” ungkap Mustofa.
Dalam kondisi jaringan udara saat ini, Kota Lubuklinggau paling diuntungkan karena jarak dengan gardu induk lebih dekat, dan yang paling terkendala aliran listrik yakni Kabupaten Muratara karena jaraknya berkisar 80 kilometer dari gardu induk. Tentu saja karena jarak yang jauh terdapat banyak gangguan, seperti pepohonan, binatang dan peluang tiang tertabrak mobil lebih besar.
Namun semua kondisi tersebut selalu dilaporkan dan diajukan ke PLN pusat, tinggal menunggu waktu realisasi pembangunan selanjutnya, dan pada akhirnya seluruh jaringan udara berubah menjadi jaringan bawah tanah.
Untuk menjaga kontinuitas aliran listrik yang nemakai jaringan udara saat ini dibutuhkan, pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan kualitas.
Dalam pekerjaan tersebut masih membutuhkan pemadaman, namun PLN masih berusaha meminimalisir pemadaman dengan cara menambah personil supaya lebih cepat penanganan dan menggabungkan pekerjaan menjadi satu kali pemadaman.
Selain dua strategi tersebut, PLN sudah menukar jaringan lama ke jaringan udara dengan pembungkus. Saat ini jaringan dari wilayah Simpang Periuk sampai Simpang RCA. “Insya Allah, tak banyak kendala,” pungkas pria tiga anak ini. (BRY)
