EDITOR

Antara H2G, PKB, dan Mobil Kusam

Dilaporkan oleh: Muhamad Sabri

“Laaah inilah mobilnyo,” seorang wartawan menunjukkan kekagetannya seolah tak percaya kalau H Hendra Gunawan (H2G) saat mendatangi Sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendaftarkan diri sebagai salah satu kandidat di pilkada Musi Rawas tahun 2020, hanya menggunakan satu mobil jenis kijang ditemani dua orang saja, supir dan ajudan. “Dak nyangko aku, kalu Bupati naek mobil itu,” celetuk ibu-ibu yang kebetulan ada di dekat lokasi. Senin, (11/11/2019).

Beberapa orang wartawan dari berbagai media baik lokal maupun nasional serta para pengurus partai yang sedang ngobrol santai menunggu kedatangan Bupati di pelataran sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tugumulyo, kaget seolah tak percaya bahwa yang datang adalah H2G yang notabene adalah sang petahana.

Kekagetan itu tak berlebihan, karena biasanya Kepala Daerah yang sedang menjabat kemana-mana selalu dikawal dengan iring-iringan mobil yang panjang lengkap dengan segala fasilitas serta vooreders, namun tak terlihat ketika H2G tiba.

“Mobil inilah es,” kata Amsul sembari berlari kecil mendekati Bupati Musi Rawas untuk mengambil gambar guna kelengkapan berita. Seakan tak percaya jika Bupati hanya menggunakan mobil kijang LGX warna silver milik supirnya yang warna cat sudah kusam termakan usia namun masih terlihat bersih. Sederhana memang.

Ketika mobil yang ditumpangi tersebut parkir di depan sekretariat PKB, tak ada penyambutan khusus. Semua berjalan spontan dan penyambutan dilakukan secara dadakan di pintu masuk sekretariat PKB layaknya tamu biasa, tawa lepas sehabis kaget dengan kesederhanaan sang Bupati menghiasi waktu cipika-cipiki membuat suasana sangat akrab dan hangat.

Setelah bersalaman dengan para pengurus partai, dan petinggi PKB, para kiyai serta emak-emak yang hadir karena kebetulan ada acara NU, H2G yang memakai baju koko biru, celana hitam dan mengekan peci biasa warna hitam, oleh ketua DPC PKB Musi Rawas H Mochpianto dan rombongan, diajak ke ruangan semi terbuka hanya berdinding triplex setinggi dada orang dewasa dengan nuansa warna khas PKB, hijau, yang telah disiapkan untuk para kandidat mendaftar di partai berbasis Nahdatul Ulama tersebut.

“Saya tak mau mengganggu jam kerja dan shalat ashar,” kata Bupati menjelaskan mengapa dirinya datang sore selepas waktu ashar. “PKB pernah mengantarkan saya sebagai bupati, dan sekarang Insya’ Allah bisa bersama lagi melanjutkan Mura Darusaalam agar semakin sempurna,” jelas H Hendra Gunawan.

H Mochpianto ketua DPC PKB Musi Rawas menjelaskan bahwa, semua perlakuan terhadap para pendaftar di partai yang ia pimpin mendapatkan perlakuan sama, tidak ada yang spesial.

“Semua diajak ke ruangan ini,” katanya sembari mengapresiasi niat H Hendra Gunawan mendaftar ke PKB agar lebih samangat mensyiarkan Islam, serta melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai dengan harapan lebih baik lagi, secara bersama.

Usai penyerahan berkas pendaftaran oleh Ketua PKB kepada H2G, seluruh yang yang hadir dalam ruangan tersebut diajak makan nasi takiran ala PKB, disajikan beberapa nampan, satu nampan untuk lima orang berisikan lima tumpukan nasi di pinggir nampan plastik serta lauk pauknya berada di tengah nampan, tidak disediakan piring, serta tidak menggunakan sendok garpu, hanya disediakan air cuci tangan dalam mangkok karena menyuap menggunakan tangan langsung. Tak mewah, hanya goreng ikan lele, sambal, sayur urap dan lauk sederhana, namun nikmat luar biasa karena disantap secara bersama, hal tersebut potret kesederhanaan dan kebersamaan ala PKB.

“Inilah gaya kito, dak pandang siapo, makan besamo,” kata Rudi Sulistyo seorang pengurus partai PKB. “Teraso akrab kalau kito makan senampan besamo,” ujarnya.

Banyaknya orang di sekretariat PKB bukan setingan spesial penyambutan Bupati, kebetulan saat H2G datang di sekretariat PKB ada acara NU. “PKB adalah rumah partai dan rumah NU,” tambah H Mochpianto.

Setelah menyantap sajian ala PKB Bupati tak sungkan duduk di kursi dan di meja depan ia duduk banyak gelas kosong bekas kopi dan piring yang belum sempat dirapikan. Ditemani ketua PKB dan kiyai H2G kembali bercanda dan berbincang ringan.

Saat mereka berbincang usai makan, para jurnalis menunggu di areal parkir dekat mobil yang ditumpangi bupati.

“Bapak dak pernah milih jenis mobil apo yang nak dipake, yang penting tepat waktu,” kata supir Bupati menjelaskan saat santai duduk di areal parkir. “Cak hari ini beliau nyuruh pakai mobil aku,” katanya menjelaskan kesederhanaan H2G.

Tak lama kemudian Bupati pamit pulang setelah berfoto di halaman sekretariat PKB melayani permintaan rombongan emak-emak yang minta selfie dengannya.

“Sedap nya makan ala PKB,” celetuk H2G sambil tertawa lepas ketika naik kembali ke mobil dan disambut tertawa pula para wartawan dan pengurus PKB.

Sesi wawancara khusus ketua PKB menjelaskan, penjaringan kandidat dilakukan oleh DPC PKB Musi Rawas untuk mengantarkan beberapa nama ke DPW selanjutnya dilakukan penjaringan untuk mendapat lima nama di DPW selanjutnya merekomendasikan nama ke DPP untuk menetapkan satu nama akan diusung partainya. Nama yang amanah.

Waktu DPC mengantarkan nama-nama, harus melewati tim sembilan, terdiri dari tiga NU, tiga pengurus partai yakni Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), dan tiga dewan terpilih dari PKB.

“Tim sembilan adalah keterwakilan PKB di seluruh wilayah Musi Rawas untuk bahu membahu memenangkan siapa yang direkom, bukan sekedar pengakuan mendukung,” demikian H Mochpianto. (BRY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close