DAERAHLubuk Linggau

Tim BPSK Sidak Toko Daging

Lubuklinggau – KabarSriwijaya.com – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuklinggau menerima laporan dari konsumen bernama Lian setelah membeli daging kerbau beku di Toko Daging Indonesia seharga Rp. 90 ribu yang beralamat di Jalan Sudirman, Pasar Satelit, Kelurahan Ulak Surung pada 3 Desember 2019.

Setelah BPSK memeriksa sampel daging dalam kemasan 1 kg yang diserahkan oleh konsumen, Ketua BPSK Kota Lubuklinggau Nurussulhi Nawawi kemudian melaporkan pengaduan konsumen tersebut kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagind) Surya Darma.

“Pasalnya, selain diduga ada pelanggaran yang dilakukan Pelaku Usaha merujuk Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, BPSK juga memandang ada syarat perdagangan, jaminan mutu, jalur legal distribusi barang dan standar harga yang dilanggar dan menjadi kewenangan Tim Pengawasan Barang Beredar dan Daging dalam wilayah Kota Lubuklinggau,” kata Nurussulhi Nawawi.

Setelah mendapatkan laporan dari Ketua BPSK, Kadis Disdagind Surya Darma langsung sigap membuat surat tugas untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan Bulog untuk mendatangi toko daging yang berada di samping kantor Pegadaian Pasar Satelit tersebut.

Hadir langsung ke lapangan, Kadis Disdagrin Surya Darma, Kadis Peternakan Dediyansyah, Dinas Kesehatan Indra Sonik, Kepala Bulog Vinaldo Fernandes dan perwakilan Polisi Pamong Praja Agumanti, sekretariat dan majelis BPSK serta puluhan Petugas Pasar terkait.

Pemilik Tidak Berada di Tempat

Dari hasil sidak di lapangan sekitar pukul 15.00 wib, pemilik toko dan karyawan semuanya berasal dari Jambi. Pandji Nugroho, karyawan toko yang bertanggung jawab mengatakan, pemilik tidak berada ditempat karena berada di Jambi, sehingga ia tidak menjelaskan secara detil dan rinci alur distribusi atau pasokan daging yang diperjualbelikan. Hanya saja diakui Pandji, daging kerbau dan sapi baik yang segar maupun yang beku, berasal dari Bulog yang berasal dari luar daerah melalui jalur Jambi.

Saat itu juga, Pandji Nugroho menyerahkan sampel daging kerbau beku seberat 3 kg melalui Disdagind untuk diuji formalin dan kandungan babi di Balai POM yang hasilnya akan diketahui pada Selasa, 10 Desember 2019.

Dari hasil sidak juga, tim pengawas menuangkan dalam berita acara yang isinya antara lain: daging segar dibawah harga pasar, daging beku disegarkan, roti tidak tidak boleh dicampur dengan daging dan jalur distribusinya tidak jelas.

Bahkan, Kadis Disdagind meminta kepada Pelaku Usaha untuk menghentikan kegiatan jual beli daging segar dan beku sampai semua syarat perdagangan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BPSK Panggil Pelaku Usaha

Setelah melakukan sidak bersama dinas dan instansi terkait, BPSK Kota Lubuklinggau pun langsung menjadwalkan pra sidang dengan mengundang konsumen dan Pelaku Usaha untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab terkait dengan rantai distribusi dan pasokan daging yang diperjualbelikan murah dibawah standar pasar dan Bulog.

“Harga daging sapi dan kerbau segar Rp. 90.000 dan daging beku Rp. 80.000. Sementara, harga di pasaran yang daging segar Rp. 110.000,” kata Nurussulhi.

Bulog sendiri yang ikut langsung pada saat sidak mengatakan, pihaknya mengakui daging yang diperjualbelikan oleh Toko Daging Indonesia bukan berasal dari Bulog Lubuklinggau.

Keputusan lebih lanjut akan dibahas oleh tim setelah adanya klarifikasi dari Pelaku Usaha kepada Disdagind selaku Ketua Tim Pengawasan. (RLS/BRY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close