DAERAHMusi Rawas

Melek Teknologi Melalui e-Voting

Musi Rawas, KabarSriwijaya.com – “Ini upaya kita mengedukasi masyarakat, agar melek teknologi,” kata Muhammad Rozak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan saat menerangkan simulasi pemilihan kepala desa menggunakan system teknologi e-Voting. Rabu, (04/12/2019).

Dari sejumlah stand milik Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) se Kabupaten Musi Rawas, yang mengelilingi panggung utama dan tenda undangan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019 di Desa Y Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, stand Diskominfo terlihat ramai pengunjung antusias mengikuti simulasi pemilihan kepala desa yang disajikan oleh Dinas tersebut.

Stand yang disediakan panitia untuk OPD berukuran sekitar 25 meter persegi, tak mampu menampung pengunjung yang penasaran ingin mencoba simulasi pemilihan dengan teknologi terkini.

Dalam ruangan yang dibatasi atau berdinding media ruang berupa baliho digital printing itu, berisi susunan meja yang diatasnya terdapat peralatan elektronik canggih sebagai bahan presentasi dan simulasi, juga panitia yang bertugas menjelaskan fungsi alat di depannya.

Meja pertama dekat pintu masuk disediakan monitor besar menayangkan simulasi dalam bentuk audio visual atau film pendek proses e-Voting, saat pemilihan sengaja diletakkan didepan kursi tunggu para pemilih. “Film ini membantu agar kita tak menjelaskan berulang-ulang,” kata M Rozak.

Selanjutnya meja registrasi dimana pemilih mengisi buku tamu yang disediakan dengan cara manual, kemudian voters diberikan kartu pemilih berbentuk mini card seperti kartu ATM yang sudah disematkan chip agar terintegrasi dengan alat e-Voting.

“Sebelum kartu digunakan, di charge terlebih dahulu agar terbaca aplikasi,” terang Kadis Kominfo didampingi Yudi, Ucok dan Hendri. Setelah di Charge kartu dimasukkan ke slot alat e-Voting dan di monitor layar sentuh muncul gambar para kandidat.

Tinggal sentuh gambar mana yang dipilih lalu tekan ya atau contreng di layar monitor, disamping monitor terdapat alat cetak kecil, berfungsi mencetak gambar dan nama yang kita pilih.

“Bukan hanya nama kandidat yang tercetak tapi juga gambar berbentuk barcode,” kata Hendri.

Wartawan www.kabarsriwijaya.com yang mencoba alat tersebut merasakan sesuatu yang baru, sangat mudah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja, serta memakan waktu tak sampai lima menit.

“E-Voting sudah dilakukan hampir di semua pemilihan kepala desa di Mura, saat ini hampir 90% dari seluruh Desa di Mura pakai e-Voting,” ujar Yudi.

Kembali diterangkan M Rozak, setiap alat diasumsikan untuk 500 voters, itu menurut penjelasan tenaga teknis dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang berada dibawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

“Saat penerapan e-Voting di pilkades, memang masih ada pro kontra, itu biasa karena system ini baru, tugas kita memberikan penjelasan,” terang Kadis yang kesehariannya selalu dikelilingi para jurnalis ini melanjutkan.

Pihaknya hanya meneruskan program Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Diskominfo untuk mengedukasi masyarakat ke arah yang lebih maju, dalam menentukan suara pemilihan apapun yang melibatkan voters.

“System ini sangat relevan diterapkan, dimana saat ini teknologi semakin maju di bidang apa saja, agar tak ketinggalan,” katanya.

Dengan e-Voting bisa memangkas waktu pelaksanaan, lebih simpel, fair, dan kecurangan dapat diminimalisir karena data masuk ke system tak bisa diubah. “Antara jumlah kertas barcode di dalam kotak audit akan selalu sama dengan data di aplikasi,” kata Kadis low profile ini menambahkan.

“Ini semua dilaksanakan agar tercipta proses pemilihan yang fair, demokrasi bersih dengan sentuhan teknologi e-Voting,” tutup M Rozak. (BRY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close