DAERAHSUMSEL

Dinas Perpustakaan dirikan Pojok Baca untuk Masyarakat Sumatera Selatan

Palembang, KabarSriwijaya.com – Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2020 ini akan segera mendirikan Pojok Baca dalam rangka meningkatkan minat baca bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada di Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan Sumatera Selatan, ibu Mislena SE MM menerangkan bahwa saat ini pelaksanaan program Pojok Baca lagi menunggu proses pembahasan RKA di DPRD selesai.

“Sekarang RKA kita kan baru hari ini nanti jam 2 kita ada, pengesahan di DPR paripurna hari ini, jadi kegiatan kita itu memang ada namun, pertama yang menjadi program pertama yang sesuai arahan Pak Gubernur itu pendirian pojok baca,” katanya, Kamis (13/02/2020).

Mislena menyampaikan sesuai arahan gubernur ada 100 Pojok Baca untuk tahap awal pada tahun ini baru 25. “Dari Pak Gubernur 100 pojok baca, yang baru akan direalisasikan di 2020, baru 25 untuk 12 kabupaten kota,” ujarnya.

Pojok Baca itu ada terang Mislena untuk mendekati masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan buku-buku itu, lebih mudah bahkan mereka bisa sambil bermain. Selama ini untuk membantu pembelajaran kita harus menyuruh mereka ke perpustakaan waktu hanya terbatas pada jam-jam tertentu yang dibuka.

“Tapi kalau dengan pojok baca setiap saat mereka bisa memanfaatkan misalnya, pulang sekolah atau pulang dari berkebun atau anak-anak putus sekolah itu bisa dimanfaatkan, pojok baca kita,” ungkapnya.

Mengenai tempat Pojok Baca, sementara ini Dinas Perpustakaan koordinasi dengan kabupaten kota perpustakaannya dan desa.

“Ada yang minta ditempatkan di balai desa, ada yang di tempat PKK, ada yang minta di taman-taman bermain, ada juga mereka yang kira-kira lebih senang ditempatkan di OPD-OPD misalnya di Pemkotnya,” kata Mislena.

Pendirian pojok baca sesuai dengan pengajuan dari kabupaten/kota berdasarkan proposal-proposal yang masuk. “Kita juga kerja sama dengan kominfo untuk IT, jadi mereka yang bisa kita kasih pojok baca itu yang memang betul-betul meminta ke kita untuk mereka butuhkan dan diperlukan oleh mereka,” tuturnya.

Karena kita inikan akan lelang nanti, ini lelang terbuka bukannya kita tunjuk langsung, kita akan adakan lelang terbuka.

Instansi yang akan kita gandeng itu termasuk pemberdayaan desa karena pemberdayaan desa ada kaitannya dengan dana desa, terus kominfo terkait dengan IT dan internetnya itu yang kita gandeng termasuk juga dengan CSR-CSR yang bisa menambah kekayaan untuk pojok baca itu sendiri.

“Sekarang RKA belum turun, Insya’ Allah hari ini bisa jalan, persiapan sudah kita persiapkan, karena ini terkait dengan lelang yang harus sesuai aturan. Tahap awal ini tahun 2020 akan kita laksanakan di 12 kabupaten/kota dan baru 25 perpustakaan terkait dengan dana yang kita ajukan,” jelas Mislena. (SB)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close