DAERAHSUMSEL

BPN Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Tirta Mulyo

Palembang, KabarSriwijaya.com – Terkait sengketa lahan antara Warga Desa Tirta Mulya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan PT Selatan Argo Makmur Lestari (SAML), Badan Pertanahan Negara Provinsi Sumatera Selatan gelar Rapat mediasi di Kantor ATR/BPN Sumsel, Kamis (20/02/2020).

Namun sangat disayangkan pihak PT SAML tidak menghadiri rapat mediasi ini.

Perwakilan masyarakat, Dedi Irawan meminta, agar lahan yang mereka klaim tersebut secepatnya diverifikasi ulang, karena dirinya meyakini bahwa HGU yang telah diklaim oleh pihak perusahaan sudah melebihi batas.

“Lahan itu sudah masuk dalam tanah HPL yang selama ini diusahakan oleh masyarakat, kami minta Pemkab OKI lebih memikirkan masyarakat, karena sudah menderita 15 tahun akibat tanahnya diduga telah dirampas oleh PT SAML,” harapnya.

Senada, warga lainnya Edi Susilo berharap agar proses kasus penyerobotan lahan milik warga ini segera diselesaikan, karena telah berlangsung cukup lama.

“Dari hasil kesepakatan ini, saya meminta agar kasus ini segera di selesaikan, karena proses penyerobotan ini sudah berlangsung cukup lama. Apalagi warga yang ada di situ adalah warga transmigrasi, secara legal formal hukum mendapat persetujuan mereka beraktifitas dilahan tersebut, karena di izini oleh negara dan diberi tanah oleh negara pada saat itu,” tegasnya.

Ia berharap agar Pemerintah dapat menegakkan keadilan untuk masyarakat yang tanahnya telah diduga di serobot oleh perusahaan.

Sementara itu, Kakanwil ATR/BPN Sumsel, Muchtar Deluma mengatakan, pihaknya akan merekomendasikan persoalan lahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten OKI sebagai pemegang kewenangan. Hal tersebut untuk memastikan lokasi tersebut.

“Kita akan rekomendasikan kepada Pak Bupati sebagai pemegang kewenangan. Sehingga kita bisa memastikan lokasi itu ataukah SHG atau HGU, dan setelah itu barulah dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.

Lanjut Muchtar, mengenai tidak hadirnya PT SAML dalam mediasi tersebut, dirinya merasa kecewa dan akan memanggil pihak perusahaan itu setelah adanya rekomendasi dari Pemkab OKI.

Sementara itu, Kepala Bidang Permukiman dan Penempatan, Disnakertrans Sumsel, Endang Silparenzi meminta agar letak lokasi tanah yang akan di HGU wilayah Air Sugihan di Over Lay dahulu.

“Kalau sudah di Over Lay kan, kita tinggal menindak lanjuti kelanjutan hasil dari pertemuan yang dilaksanakan hari ini, dan bisa merekomendasikan agar dilakukan verifikasi data agar kondusif dan aman,” tutupnya. (RLS/FLY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close