Musi Rawas

The Amazing Moment 4th H2G Berarti

Dilaporkan oleh: Muhamad Sabri

“It’s the amazing moment” kata Herman AB Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, saat ngobrol santai di depan panggung utama perhelatan acara empat tahun kepemimpinan H Hendra Gunawan (H2G) dan Hj Suwarti Burlian (H2G BERARTI) Kamis, 27 Februari 2020.

Luar biasanya, kata Herman dan bagian serta OPD lainnya saling bahu membahu bekerja bersama yang bertanggungjawab penuh suksesnya acara tersebut. “Ini acara besar, kami menyiapkan sebanyak 3.500 lembar undangan,” kata dia melanjutkan, andai satu undangan yang datang dua orang artinya lebih kurang 7.000 orang akan memenuhi tenda yang sangat besar hampir menutupi semua halaman depan dan samping rumah dinas Bupati Mura tersebut.

Tak lama berbincang dengan Kabag Umum dan Perlengkapan tersebut, tamu mulai memadati kursi yang disiapkan panitia, sedianya disiapkan 5000 kursi, namun ketika acara akan dimulai tamu masih berdatangan, terpaksa duduk di kursi tambahan yang ditempatkan di rumah parkir Rumdin orang nomor satu di Mura tersebut.

Masyarakat tumpah ruah disekeliling istana tiba-tiba riuh, sebab H2G dikawal oleh Kabag Prokopim Dicky Zulkarnain keluar lewat pintu samping langsung menyapa para undangan yang duduk di luar tenda, menyempatkan bertegur sapa dan melayani masyarakat yang ingin berselfie dengan pimpinannya secara bergiliran, dan dipanggung utama sudah gegap gempita oleh suara sound system yang menggelegar mengumandangkan lagu-lagu keberhasilan kepemimpinan H2G BERARTI.

“Kami kesini bukan hanya ingin berselfie, kata Yulianti salah seorang kepala sekolah yang diundang. Diakuinya, dia dan jajarannya datang ingin mengetahui kemajuan yang dicapai selama empat tahun ini secara keseluruhan dalam ekspos yang akan disampaikan Bupati, bukan hanya di bidang pendidikan.

“Saya rasa tujuan masyarakat yang datang tak jauh beda dengan keingintahuan kami,” kata Yulianti.

Saat Bupati dan Wakil Bupati H Hendra Gunawa dan Hj Suwarti menaiki panggung utama dipanggil oleh dua MC lucu Yai Najib dan Waya, tampak senyum lebar mengembang di bibir, keduanya mengenakan batik Musi Rawas yang berbeda corak dan warna namun tetap ceria. Ribuan undangan mulai seksama mendengar.

Disampaikan Bupati, di Empat tahun kepemimpinan mereka sudah banyak capaian prestasi yang terealisasi, tanggungjawab menyelesaikan enam poin amanah Gubernur Sumsel, Alex Nurdin pada saat mereka dilantik di 2019 lalu, adalah prioritas.

Pertama menurunkan angka kemiskinan di Musi Rawas. Tentu itu bukan hal yang mudah, sebab 70 persen masyarakat Musi Rawas merupakan petani.

“Ini ujian besar bagi kami, karena kami dilantik pas disaat harga-harga hasil perkebunan turun,” tuturnya. Harga Karet turun, Sawit juga, dan hasil sawah juga ikut anjlok. “Namun, Alhamdulillah angka kemiskinan kita bersama lima Kabupaten lain se Sumsel yang mampu menurunkan angka kemiskinan,” jelaa H2G.

Kedua, yang perlu diselesaikan yakni status Kabupaten tertinggal. Tahun 2015 Mura masuk dalam 112 Kabupaten tertinggal, namun berangsur-angsur, tahun 2016, 2017 dan tepat di 2018 Mura lepas dari status tertinggal.

Memang masih ada beberapa desa yang masih berstatus tertinggal kata Bupati, tapi itu karena kesulitan Pemkab Mura melakukan intervensi pembangunan.

“Tapi saat ini sudah berjalan baik, Insya Allah akan terentaskan,” harapnya.

Berikutnya, meningkatkan aksesabilitas pendidikan yang langsung dikerjakan dalam satu bulan mereka dilantik meluncurkan program Musi Rawas sempurna cerdas.

“Alhamdulillah, tahun 2016 sampai 2019 indeknya terkait pendidikan meningkat, termasuk masalah biaya transportasi kita siapkan bus dan kedepan akan diperbanyak,” ujarnya.

Selanjutnya, meningkatkan aksesabilitas dibidang kesehatan, Pemkab Mura meluncurkan Mura Sempurna Sehat. Pihaknya langsung turun monitor dan evaluasi Dinas Kesehatan.

“150 inovasi diciptakan oleh tenaga medis di lapangan. Alhamdulillah permasalahan kesehatan terselesaikan, terima kasih tenaga medis,” kata Hendra.

Kelima dan keenam, harus melakukan atau fokus Pertumbuhan ekonomi meningkat, dan penuntasan permasalahan Karhutlah.

Semua diakui Hendra sudah dikerjakan dengan baik, memang pembakaran terkadang masih terjadi, namun angkanya jauh berkurang apabila dibandingkan tahun 2015 dan 2016 lalu.

“Alhamdulillah, ini berkat kerjasama semua pihak dan masyarakat, PR dari Gubernur, pak Alex Nurdin bisa kita selesaikan,” paparnya.

Selain itu, selama mereka menjabat, Kabupaten Musi Rawas selalu mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), peringkat pertama dalam penilaian KPK, seouluh besar tingkat nasional penilaian ombudsman dalam hal pelayanan publik dengan nilai hampir sempurna 94, 5. Masuk empat besar nasional goverment award, terpilih menjadi tujuh besar kabupaten terbaik nasional.

“Banyak prestasi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” tuturnya. Ini bukti kalau mereka sudah melakukan yang terbaik untuk Musi Rawas, sudah mampu bersaing dengan Kabupaten lain se Indonesia.

“Insya Allah kita akan tetap melakukan dan memberikan yang terbaik untuk Musi Rawas Sempurna,” tutupnya yang disambut aplaus gemuruh dari ribuan masyarakat yang mendengarnya.

Usai laporan H2G BERARTI melalui videotron yang sangat lebar di panggung utama, ditayangkan keberhasilan Kabupaten Musi Rawas selama empat tahun secara visual dengan audio yang mumpuni. Cukup membuat Rudi Irawan kepala BKDSDM terpesona dan bangga sama seperti tatapan ribuan pasang mata launnya, serasa sedang menonton bioskop kelas wah, buah karya anak Mura.

“Luar biasa, spektakuker, dan dua jempol saya dedikasikan kepada semua panitia yang terlibat dalam acara ini,” kata Taufik Gonda Pemimpin Redaksi media online.

Namun esensinya bukan kemeriahan, euforia acara yang dikedepankan, gegap gempita acara hanyalah pemanis dari semua tanggungjawab pemerintah atas pencapaian selama empat tahun kepemimpinannya.

“Meraihnya tak mudah, hanya pemimpin yang berdedikasi tinggi, dan mampu menyelami kemauan masyarakat mencapai semua keberhasilan itu,” tutup pria beralias Daki Daso ini.

Diakhir acara terlihat Kadis Lingkungan Hidup Teddy Lazuardy sibuk mengomando pasukannya yang berseragam hijau dari Dinas yang ia pimpin, membersihkan sampah nasi kotak, tanpa lelah tentu saja dibantu pasukan berseragam oranye.

Sementara H Ristanto Wahyudi tampak meluapkan kegembiraan ikut berjoget mengiringi lagu yang dilantunkan Yayan Rasyidi sang artis tenar di MLM di atas panggung, Kadis PU CK-TRP seolah melepaskan sejenak lelahnya mencapai semua keberhasilan di bidangnya. “Nengok ayuk kau dak nang,” tanyanya sembari mengawasi sekeliling.

Semoga tak hanya sampai di sini semua upaya untuk mensejahterakan rakyat Mura, masih jauh kedepan ada tanggungjawab lain mengharap sua, kita tetap bersama menggapai SEMPURNA UNTUK SEMUA. (Muhamad Sabri)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close