Lubuk Linggau

Isu Rasis Mencuat di IKM Lubuklinggau

Musi Rawas, KabarSriwijaya.com – Kalimat berbau rasis yang dilontarkan Herman Sanur (HS), dalam sebuah postingan percakapan whatsapp, telah membuat ketersinggungan sedikitnya 7 kelompok yang disebut “hanya satu daerah”. sebaimana dimaksudkan dalam postingan HS

Ucapan tersebut dilontarkan HS untuk mempertahankan diri sehubungan adanya sikap mosi tak percaya oleh pengurus dan simpatisan yang sudah tidak sejalan lagi dengan HS sebagai ketua DPD IKM Lubuklinggau

Adanya kalimat rasis HS ini terungkap dalam rapat tadi malam di kediaman buk opet di Bandung Kiri, Kamis (5/3) yang dihadiri pengurus, dewan penasehat serta simpatisan yang telah membubuhkan tandatangan dalam pernyataan mosi tak percaya yang telah dikirim kepada DPP IKM Pusat di Jakarta

“kami sangat menyayangkan ucapan HS berbau rasis tersebut, karena dapat memecah belah etnis minang di Lubuklinggau yang selama ini hidup rukun dan berdampingan” ungkap Risman Dianto, Jum’at (6/3).

Sementara Endang menambahkan, pihaknya akan mendalami apakah ucapan HS sudah termasuk delik pidana sebagaimana dimaksud dalam uu tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis no 40 tahun 88

“Jika ada unsur pidananya, kami tidak segan-segan melaporkan HS kepada aparat, karena telah menyinggung perasaan kami dalam rumpun Maninjau yang mencakup 7 daerah di dalamnya. “Ucapan HS baru kami ketahui setelah di buka dalam rapat tadi malam”, imbuh Endang

“Sebagai ketua organisasi kedaerahan, ucapan HS sangat tidak profesional dan sangat berbahaya sekali, karena dapat memicu sentimen kesukuan dan memecah belah warga minang” imbuh Tabroni

Dia juga mengingatkan sudah banyak contoh perang antar suku dipicu oleh ucapan-ucapan berbau rasisme

Pada sisi lain Sulfi Hendra (Paul) mengungkapkan bahwa rapat dewan pengurus (DP) IKM lubuklinggau yang digelar sehari sebelumnya (4/3) berakhir deadlock, karena tidak membuahkan hasil

Saya sudah menawarkan agar dewan penasehat untuk mengambil alih tampuk kepemiminan dari tangan HS, untuk menyelamatkan IKM lubuklinggau. “Sayangnya usul saya tidak direspon oleh DP yang hadir” ungkap Paul yang juga salah satu DP yang hadir.

Ditambahkan H. Asnel yang turut hadir dalam rapat jajaran DP, disamping tidak membuahkan kesepakatan rapat DP malam kemarin, rapat juga tidak kuorum tapi tetap dipaksakan digelar
Dia juga mengungkapkan kekecewaannya, karena sebagian pengurus tidak bersikap netral, terang H. Asnel yang juga salah seorang Dewan Penasehat.
Hal ini sangat kentara sekali terungkap dalam rapat DP, ujar H. Asnel.

“Beberapa poin kesalahan Herman Sanur yang saya beberkan sebagaimana isi tuntutan mosi tak percaya, tidak dianggap oleh DP lainnya, jawaban mereka sepertinya sudah terpolalisasi sebelumnya

“Semua kesalahan HS dianggap biasa saja”. ucapnya geram.
DP bahkan lebih dominan menganggap surat mosi tak percya yang dilayangkan ke DPP IKM justru sebuah kesalahan, karena tidak melalui DP terlebih dahulu

“Jika ini dianggap satu kesalahan, mengapa kesalahan HS yang bertindak semena-mena bahkan berulang kali dalam mengambil keputusan organisasi dan tidak dimusyawarahkan dahulu ke DP, dianggap bukan sebuah kesalahan, cetus H. Anel berapi-api mengulangi ucapannya saat rapat jajaran DP

“Mosi tak percaya dibuat, justru setelah 1.5 bulan lebih menunggu tidak adanya upaya dari HS untuk menyelesaikan masalah internal IKM lubuklinggau ke dewan penasehat.

“Jangan dibolak-balik, kenapa sebelum dilayangkan mosi tak percaya tidak pernah diupayakan perdamaian” tegasnya.

“Sebagai orang yang dituakan sebagai dewan penesehat, seharusnya kita bersikap netral, bukan berat sebelah” sesal H. Asnel menutup pembicaraan. (RLS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close