DAERAHPalembang

Gabungan LSM, NGO dan OKP Sumsel Minta Kepsek MTs 1 Palembang Ditangkap

Palembang, KabarSriwijaya com – Gabungan LSM, NGO dan OKP untuk Keadilan menggelar konferensi pers kasus penangkapan Harry Marnawi yang diduga melakukan pemerasan terhadap kepala sekolah MTs Negeri 1 kota Palembang. Sebanyak 50 pimpinan LSM, NGO dan OKP berkumpul di Internasional Plaza, Minggu (08/03/2020).

Proses penahanan yang dilakukan oleh Polda Sumatera Selatan terhadap Harry Marnawi dari LSM dan Media, dengan dugaan pemerasan terhadap kepala sekolah dengan Nomor : B/62.a/III/2020/Ditreskrimum, pada hari Rabu Tanggal 04 Maret 2020 sekita pukul 14.00 WIB diruang kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Palembang, jalan Jendral Sudirman KM 4 Palembang, uang sebesar 2.000.000 rupiah yang dikenakan pasal 368 KUHAP Pidana.

Isi dari pasal 368 KUHAP tersebut adalah : “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain dengan cara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan suatu barang yang seluruhnya atau sebagian”

“Berdasarkan telaah kami bahwa yang dikenakan dengan Pasal 368 KUHAP kepada saudara Harry Marnawi tidaklah tepat berdasarkan data dari materi WA saudara Harry Marnawi kepada kepala sekolah MTs Negeri 1 Palembang Drs Tugino tersebut, juga berdasarkan video yang kami dapatkan dari medsos,” kata Sanusi koordinator Gabungan LSM NGO dan OKP Sumatera Selatan.

Sanusi juga meminta penerapan Undang-Undang Tipikor tentang penyuapan, sebagaimana suap yang dilakukan oleh Drs Tugino terhadap Harry Marnawi merujuk kepada Pasal 5 ayat 1 untuk menjerat pemberi suap, pasangannya, penerima suap harusnya dijerat Pasal 5 ayat 2, berdasarkan UU Tipikor. 

“Polisi yang menangkap berstatus sebagai dewan penasehat komite dalam komite tidak ada struktur dewan penasehat, diduga ini adalah unsur jebakan dan kita mempertanyakan polisi itu sebagai apa disana. Tugino harus dituntut sebagai terduga suap dan harus diperiksa sebagai pelaku pungli di MTs Negeri 1 kota Palembang,” tegasnya.

“Hari Kamis kita akan melakukan aksi di dua tempat yaitu di mapolda dan kantor Kemenag dengan estimasi massa sebanyak 500 orang. Posisi saudara Harry tidak layak ditetapkan sebagai tersangka, kami meminta tugino juga ditangkap dan juga kami meminta agar pihak kejaksaan juga memeriksa si kepala sekolah,” pungkasnya. (SB)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close