Lubuk Linggau

AMPMB Desak Ketua DPD IKM Lubuklinggau Mundur

Lubuklinggau, KabarSriwijaya.com – Terjadinya multi masalah dalam kepengurusan DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau, membuat sedikitnya 14 kelompok minang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Minang Bersatu (AMPMB) bereaksi, mendesak ketua IKM Herman Sanur mundur, saat jumpa pers di Hotel We. Senin, (09/03/2020).

Ketua AMPMB Welmi Syam didampingi Sekretaris Amran Mursalin saat konferensi pers tersebut mengungkapkan, sedikitnya ada empat poin tuntutan, pertama, tidak mengakui lagi Herman Sanur sebagai ketua DPD IKM Kota Lubuklinggau, karena sudah seringkali melakukan kesalahan dan bertindak semena-mena dalam mengambil keputusan, sehingga berimplikasi buruk terhadap kelangsungan organisasi minang khususnya di kota Lubuklinggau.

Selanjutnya, mendesak Herman Sanur sesegera mungkin mengundurkan diri, karena kepemimpinannya cenderung membawa perpecahan masyarakat minang di kota Lubuklinggau dengan tindakan dan ucapan yang sangat tidak pantas dilontarkan seorang pimpinan organisasi.

Tuntutan ketiga, meminta Herman Sanur mengklarifikasi ucapannya yang sudah viral di medsos yang memojokkan kelompok minang lainnya, serta melakukan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya tersebut kepada warga minang yang dimaksudkan dalam ucapannya tersebut.

Terakgir mendesak Herman Sanur bertanggung jawab sebagai ketua DPD IKM Lubuklingau untuk melunasi tunggakan acara rakerda di Cozy Style Hotel tahun 2019 lalu, karena dana untuk kegiatan tersebut sudah dikeluarkan bendahara IKM.

Diungkapkan Amran, sebelum desakan mundur muncul, upaya untuk mencari jalan tengah sudah kerap dilakukan namun tak diindahkan, aksi tersebut adalah akumulasi dari berbagai upaya penyatuan yang tak pernah menemui titik terang.

“Ini upaya terakhir, semuanya dilakukan untuk kemajuan bersama di DPD IKM Lubuklinggau,” jelas Amran.

Salah satu Dewan Penasehat DPD IKM Lubuklinggau, Sulfi Hendra (Paul) mengungkapkan, selama IKM dipimpin oleh Herman Sanur tersebut dirinya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan apapun, bahkan dia tak tahu dirinya ada dalam kepengurusan IKM atau tidak, sebab sampai saat ini dirinya belum pernah diberi SK.

“Saya diberitahukan sebagai anggota Dewan Penasehat IKM saat munculnya mosi tidak percaya, ada apa ini,” tanya Paul yang sebelumnya pernah mengusulkan agar Dewan Penasehat mengambil alih kepemimpinan IKM dari Herman Sanur.

Dewan penasehat IKM lainnya yang hadir saat konferensi pers, H Asnel menjelaskan salah satu pemicu masalah yang terjadi dalam kepengurusan IKM Lubuklinggau saat ini, yakni pembagian bantuan umroh dari pemerintah kota Lubuklinggau, siapa-siapa yang dapat tidak melalui musyawarah terlebih dahulu.

Hal senada juga diungkapkan Bendahara IKM Abizar, dia mengatakan selama jadi bendahara uang kas selalu kosong, dan ketua Herman Sanur tidak mau tahu kondisi tersebut, setiap ada kegiatan yang membutuhkan biaya selalu dihadapkan kepada bendahara, seperti tambur dan tim sepak bola.

“Dia tidak pernah mengupayakan ke DPP atau donatur untuk mengisi kekosongan dana kas IKM,” kata Abizar.

Dalam jumpa pers yang dihadiri semua utusan 14 kelompok minang yang ada di Kota Lubuklinggau tersebut, di akhir acara Welmi Syam menegaskan kembali, agar Herman Sanur dapat merealisasikan tuntutan tersebut.

“Jika tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan gerakan yang lebih besar sampai dilakukan Musdalub,” tegas Welmi. “Mosi tidak percaya ini kami pertanggungjawabkan,” timpal Paul. (BRY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close