OPINI

Pandemi Covid-19; Demi Masyarakat, Pemerintah Wajib Hadir

VIRUS Corona menjadi Trending Topic diberbagai belahan dunia. Bahkan di Indonesia, satu pekan kebelakang seluruh media massa baik elektronik, cetak maupun online serta media sosial tumpah ruah berbicara mengenai penyebaran Virus dari Wuhan (Cina) yang sudah merambah ke beberapa daerah di Nusantara.

Padahal, berita tentang bahayanya virus ini sudah viral dari beberapa bulan yang lalu saat kemunculannya pertama kali di Wuhan. Awalnya virus ini diberitakan tidak seheboh sekarang, semua masyarakat Indonesia menganggap bahwa Wuhan jaraknya sangat jauh dengan Indonesia. Sehingga informasi ini masih dianggap remeh dan kacangan ditelinga masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa virus ini tidak akan sampai di Indonesia sama halnya dengan virus-virus pendahulunya, semisal Flu Burung dan SARS.

Wuhan sebagai sumber awal munculnya virus ganas ini mulai diisolasi oleh pemerintah Cina agar virus ini tidak menyebar keluar, namun di Wuhan ada beberapa warga Indonesia yang statusnya sebagai Mahasiswa terjebak dalam isolasi tersebut. Mulailah pemerintah Indonesia mencari cara untuk memulangkan warga Indonesia ini dengan mencarter pesawat Batik Air penerbangan langsung Indonesia-Cina, Cina-Indonesia. Disinilah awal mula kita masyarakat Indonesia dibuat gelisah dengan virus ini, akan tetapi hasil dari karantina kesehatan di Natuna bahwa seluruh warga yang dijemput tersebut negatif terhadap virus ini. Informasi ini cukup menenangkan untuk sementara waktu.

Namun tidak sampai disitu saja, semakin hari virus ini mulai mendekati dan masuk  Indonesia, media-media mulai memberitakan bahwa virus corona mulai merengsek masuk Indonesia, namun pemerintah selalu saja berkilah bahwa berita tersebut adalah Hoaks, malah masyarakat yang menyebarluaskan berita tersebut diancam akan ditangkap dan dipidana. Akan tetapi berita terus bergulir seperti bola panas yang terus menggelinding dari media yang satu ke media yang lain, namun pemerintah terus bersikukuh bahwa kita aman dari virus ini. Berbagai macam pendapat yang muncul dari pejabat pemerintah setingkat menteri dengan tujuan untuk menenangkan masyarakat bahwa kita indonesia aman-aman saja. Bola panas ini semakin keras menggelinding saat Istana mengumumkan salah satu Menteri di Kabinet Kerja yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya positif terkena Covid-19.

Selain itu, dengan terus bertambahnya jumlah pasien COVID-19 ini membuat sejumlah masyarakat di Indonesia merasa khawatir dan menjadi panik.

Sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh jajaran Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk mengondisikan daerahnya sesuai dengan situasi.

Dan melalui Kemendagri, Presiden mewanti-wanti agar Kepala Daerah tidak mengeluarkan kebijakan yang buat panik.

Timbul sebuah pertanyaan besar, mampukah rakyat tidak panik dengan semakin masifnya pemberitaan tentang virus ini? Dimana Hingga Senin (16/3) pagi, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 117 pasien, setelah petugas medis mendeteksi tambahan 21 pasien baru. Sebanyak 19 pasien baru terdeteksi di Jakarta, dan dua lainnya terdeteksi di Jawa Tengah.

Sebenarnya pemerintah juga ikut panik dengan virus ini tetapi malu untuk mengatakan, menurut Penulis, pemerintah memang harus tetap tegar dengan kasus ini dan ketegaran itu terlihat dari presiden yang masih kelihatan tenang ketika berbicara dimedia elektronik nasional.

Dalam kondisi ini, seharusnya Negara memperjelas status dari bencana non alam ini apakah statusnya siaga, waspada ataupun sampai pada tingkatan darurat untuk ditangani. Dan baiknya masyarakat memang harus dibuat “panik”, alasannya adalah agar seluruh masyarakat indonesia sudah memproteksi diri dan waspada sejak dini sehingga virus ini tidak menyebar, namun “kepanikan” yang dikampanyekan harus dalam koridor edukasi. Disinilah Pemerintah harus hadir mengambil peranan.

Berbicara tentang penyebarannya di Sumatera Selatan, sejauh ini Sumsel memang masih negatif dari penyebaran virus corona. Dan patut diapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang telah menetapkan status level waspada. Namun alangkah baiknya harus disertai dengan langkah kongkrit.

Sejauh pandangan kami, Pemerintah hanya hadir sebatas memberikan himbauan, dan pembentukan Tim Kemanusiaan yang saat ini hanya efektif sebatas memberi himbauan saja.

Selain itu upaya lain adalah dengan memasang Thermal Scanner di bandara untuk mengecek penumpang yang datang, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan juga memasang Termometer Infra Red di Pelabuhan.

Namun belum terlihat upaya-upaya nyata lainnya, seperti Penyuluhan ditengah-tengah masyarakat, pengantisipasian kelangkaan dan mahalnya harga masker dan hand sanitizer yang memang saat ini dibutuhkan masyarakat, dan langkah-langkah kongkret lainnya.

Memang menjadi kewajiban dan tugas bersama untuk memerangi dan menangkal penyebaran virus ini, tapi kehadiran Pemerintah menjadi hal yang vital ditengah kepanikan yang mendera masyarakat.

*) Penulis merupakan seorang Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close