DAERAHLahatSUMSEL

Kronologis Bentrok di Lahan Konflik Desa Pagar Batu Kabupaten Lahat Sumsel

Lahat, KabarSriwijaya.com – Lahan yang disengketakan adalah 180,36 hektar di Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten LAHAT Provinsi Sumatera Selatan dengan PT. ARTA PRIGEL Perkebunan SAWIT.

Lahan yang memiliki sejarah sebelum Perusahaan masuk, telah digarap dan di manfaatkan oleh masyarakat dengan menanam karet, sayuran, ubi, jagung dan sebagainya. Dan sebagian lagi hutan rimba milik masyarakat Desa Pagar Batu.

Tahun 1993 PT. ARTAPRIGEL dapat izin lokasi untuk meguasai lahan tersebut, dengan cara langsung gusur dan kemudian baru urus megurus yang punya kepada si yang punya lahan. Ganti rugi yang seadanya, paksaan untuk menyerahkan lahan terjadi pada waktu itu.

Lengkap sudah seluruh lahan berpindah dari punya masyarakat menjadi milik PT. ARTA PRIGEL.

Tahun1994, mulai menanam sawit tanpa ada yang bisa mengganggu dan menghambat. Sebab banyak AparatTNIABRI pada waktu itu dilahan untuk menjaga dan bahkan ikut serta.

Barulah setelah Rezim Orde Baru tumbang, masyarakat kembali berani mencari keadilan, jatuhbangun, timbul tenggelam menuntut keadilan dengan kembali tanah.

Tahun 2006 PT. ARTA PRIGEL mendapatkan HGU dengan luasan 2000 hektar.

Barulah pada tahun 2018, para pemuda-pemudi dan mengikat diri lewat FORUM PEMUDA PEMUDI PAGAR BATU, bergerak untuk dan demi Desa mereka yang kian hari kian terjepit oleh ekonomi yang sulit, karena sumber kehidupan mereka akan tanah telah diambil oleh PT. ARTA PRIGEL.

Dengan perjuangan yang masif, Forum Pemuda Pemudi Pagar Batu mampu menggalang dan mengorganisir kaum tua dan seluruh masyarakat dengan membentuk GERAKAN TANI PAGAR BATU.

Surat menyurat pengaduan kasus sudah disampaikan
dari tingkat Kades, Camat, Kabupaten, Propinsi dan bahkan kepusat serta BPN dari
Tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat. Namun tidak ada yang merespon.

Dan akhirnya awal tahun 2019, masyarakat Demo unjuk rasa di kantor Gubernur SumSel, hasilnya
Gubernur meminta Kabupaten Lahat dalam hal ini Bupati Lahat segera menyelesaikan
kasus konflik agraria itu.

Dan kemudian Masyarakat berinisiatif untuk Demo Aksi Unjuk
Rasa ke Kabupaten Lahat dan hasilnya, Bupati membuat Tim 9 untuk menyelesaikan kasus konflik agraria ini.

Proses sudah sampai ke verifikasi lahan dan belum ada tindak lanjutnya, kemudian masyarakat berinisiatif menguasai lahan dengan menjaga lahan agar pihak perusahaan menghormati bahwa kasusnya sedang ditangani oleh pemda dengan tidak terlebih dulu mengerjakan lahan konflik/sengketa tersebut.

Kemudian Kanwil BPN Provinsi ambil alih kasus dengan mengurai persoalan dengan
rapat menghadiri kedua belah pihak, lewat dorongan KOMITE REFORMA AGRARIA SUMATERA SELATAN (KRASS).

Telah 2 kali Rapat, rapat yang kedua BUPATI LAHAT
datang langsung untuk menghadiri rapat. Hasilnya Bupati akan memanggil perusahaan
dengan akan meminta perusahan memberikan lahan180,36 hektar pola plasma.

Tanggal 1 Maret 2020, BUPATILAHAT, memanggil perusahaan dengan surat undangan
dengan melibatkan pihak terkait. Namun hasilnya tetap pihak perusahaan tidak mau
memberikan lahan 180,36 hektar yang masuk dalam HGU perusahaan dengan luasan
2000 hektar.

Akhirnya masyarakat kembali dengan tangan hampa dan memutuskan kembali ke lahan
dengan mempertahankan lahan tersebut yang sudah mereka kuasai/Reclaiming sejak
bulan September 2019.

6 Maret 2020, masyarakat di datangi oleh pihak Security perusahaan dan aparat
kepolisian berjumlah 50 orang, untuk mengusir masyarakat dari lahan, namun tidak
terjadi bentrok, sebab pihak security perusahaan balik kanan dan mundur. (video dan
foto ada)

10 Maret 2020, Security perusahaan dan aparat kepolisian datang lagi ke lahan, namun
belum sampai mendekati tempat claem masyarakat, sudah balik kanan dan pulang.

19 Maret 2020, Securiti perusahaan membawa lagi aparat kepolisian mendatangi lagi
masyarakat dilahan, terjadi perdebatan dan tidak ada bentrok apa lagi yang jatuh korban. Akhirnya security dan aparat kepolisian balik kanan lagi (foto ada).

21 Maret 2020, Pukul 09.55, Security Perusahaan, Preman yang membekingi perusahaan
dan 5 aparat polisi pakai senjata Laras panjang total seluruh 70 orang. Datang lagi ke
lahan yang dikonflikkan tetap untuk meminta masyarakat mundur dari lahan dan pulang
ke desa pemukiman mereka.

Namun masyarakat tidak mau dan terjadi perundingan. Masyarakat yang berjumlah kurang lebih 100 orang, tetap bertahan dan tidak mau mundur dari lahan, sebab persoalan ini sedang ditangani/lagi di Proses oleh BUPATI LAHAT.

Jadi status lahan harus stop dulu aktivitas. Malah masyarakat minta pihak Security Perusahaan, Preman yang membekingi perusahaan dan 5 aparat polisi pakai
senjata Laras panjang total seluruh 70 orang untuk mundur, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Pukul 11.30 pihak Security Perusahaan, Preman membekingi perusahaan dan 5 aparat
polisi pakai senjata Laras panjang total seluruh 70 orang yang ada juru bicaranya, menyampaikan mereka tidak mau mundur sebelum nanti ada pihak dari Manager perusahaan datang.

Di tunggu sampai lewat azan Zuhur, pihak Manager Perusahaan belum juga datang.

Pukul 13.00, Masyarakat mengusir pihak Security Perusahaan, Preman membekingi perusahaan dan 5 aparat polisi pakai senjata Laras panjang total seluruh 70 orang untuk mundur sedikit keperbatasan yang dikonflikkan, agar sekali lagi tidak ada kejadian yang tidak di inginkan.

Akhirnya pukul 13.30, pihak Security Perusahaan, Preman membekingi perusahaan dan 5
aparat polisi pakai senjata Laras panjang total seluruh 70 orang, mundur mengunakan mobil mereka sekitar 10meter. Setalah lewat dari 10 meter pihak perusahaan memancing masa dengan turun dari mobil dan memanas-manasi masa, akhirnya sekitar pukul13.55 atau 14.00 kejadian bentrok Masyarakat mendatangi pihak perusahaan itu dan pihak perusahaan langsung menikam dada Putra dan membacok badannya, kemudian Suryadi berniat untuk menolong Putra, malah kena tikam dan kena bacok juga dipunggung dan dada.

Kemudian peristiwa tenang setelah aparat kepolisian menembakan senjatanya ke atas, situasi redam, setelah pihak Security Perusahaan, Preman membekingi perusahaan dan 5 aparat polisi pakai senjata Laras panjang total seluruh 70 orang balik kanan pulang dan mundur, serta masyarakat langsung menggotong korban kerumah sakit LAHAT.

Di Rumah Sakit, Suryadi dan Putra Bakti menghembuskan nyawa.

Total 4 orang masyarakat luka dan 2 meninggal dunia. (Foto dan video ada)

Nama-nama yang luka dan meninggal dunia : Suryadi (40) dan Putra Bakti (35) Meninggal dunia,
Sumarlin (38) dan Lion Agustin (35) luka bacok ditangan.

Forum Pemuda Pemudi Pagar Batu
Gerakan Tani Pagar Batu
Gerakan Tani SumSel
KRASS

(SB/Ril)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close