SUMSEL

Aktivis ini Nobatkan HD sebagai “Gubernur Ceremonial”

Palembang, KabarSriwijaya.com – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meningkat tajam. Dimana pada Kamis (14/5) kemarin, sedikitnya 119 orang di sejumlah daerah di Sumsel menambah daftar kasus baru konfirmasi positif Covid-19.

BACA BERITA TERKAIT : “Bertambah 119 Orang, Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 441”

“Dengan adanya penambahan sebanyak 119 orang, di Sumsel hari ini total terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 441 Orang. Ini tentu harus menjadi evaluasi menyeluruh, terutama bagi pemimpin daerah,” ujar salah satu Aktivis Pemuda Arman Saputra saat dihubungi awak media ini, Jum’at (15/05/2020).

Jelasnya lagi, penambahan dengan jumlah yang sangat signifikan ini menimbulkan catatan besar, kurang strategis dan terkesan tidak mempunyai pola management krisis dalam mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang diterapkan oleh Gubernur Sumsel untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

BACA JUGA : “Jumlah Positif Covid-19 Kian Meningkat, Pemprov Dinilai Abai”

“Kritik dan saran tentu sudah disampaikan oleh banyak Pihak ke Bapak Gubernur mengenai efektivitas kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Pemprov Sumsel. Dengan harapan agar adanya gebrakan-gebrakan yang lebih nyata dan terukur serta pola pengendalian yg tepat dalam memerangi wabah Covid-19 ini, jangan sampai masyarakat menilai upaya-upaya yang dilakukan Bapak Gubernur hanya sekedar ceremonial saja,” ujar Mantan Ketua PB HMI Periode 2013-2015.

Sambungnya, misal contoh kecil saja soal minimnya penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) oleh Pemprov Sumsel untuk membantu para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam memerangi wabah ini, tak sebanding dengan banyaknya bantuan APD yang diperuntukkan bagi petugas pemakaman di Sumsel yakni 8.500 set baju hazmat, 170 kacamata google, 425 pasang sepatu boots, 170 face shield, 340 kotak masker bedah, 340 kotak masker KN-95.

“Padahal, jumlah kematian di Sumsel masih relatif kecil. Semestinya Pemprov Sumsel mengetahui skala prioritas. Untung saja banyak Pihak dan lembaga di Sumsel membantu tenaga medis dalam hal penyediaan APD ini,” ujar Wakil Sekretaris DPP AMPG ini.

Lanjutnya, selain itu, diketahui bersama Pemprov Sumsel menganggarkan Rp.120 miliar untuk penanganan Covid-19, tapi sejauh ini belum dapat terukur efektivitas perealisasian alokasi yang sudah dianggarkan. Belum lagi upaya dan kebijakan lain dari Pemprov Sumsel yang butuh banyak evaluasi.

“Tentu sah-sah saja bila saya pribadi hari ini menilai bahwa Bapak Herman Deru adalah seorang Gubernur Ceremonial dan terlihat seperti pencitraan saja, tidak mempunyai visi yg jelas untuk penanganan covid 19 ini, langkah-langkah yang diambil sebagai orang nomor satu di Sumsel dinilai masih kurang terukur dan efektif,” sebut Arman yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel Periode 2010-2012. (HS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close