OPINI

Aku, Indonesia dan Omnibus Law

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang berlandaskan pancasila, yang mengatur dan menjamin kehidupan berbangsa dan bernegara.

Indonesia dianugrahkan tuhan dengan kekayaan alam dan kekayaan budaya yang sangat melimpah, Indonesia juga dianugrahi tuhan dengan rahmat kecerdasan para penduduknya.

Tapi kini Indonesiaku sedang tidak baik-baik saja, masalah seolah tak henti silih berganti menghampiri mulai dari bencana alam,penyakit menular ,kemiskinan hingga perpecahan antar warga negara.

Masalah terbaru yang dihadapi saat ini adalah pembunuan massal terhadap hak asasi warga negara dalam mendapatkan hak untuk bekerja layak dan hak kehidupan yang layak. Dalam bentuk RUU CIPTA KERJA atau saat ini sudah di sahkan sebagai Undang-Undang Cipta kerja.

Didalam kondisi yang serba sulit karena terjepit penyakit menular yang disebut covid, rakyat Indonesia harus ditambah menjerit dengan aturan yang melilit leher rakyat.

loading...

Hampir seluruh lini hari ini menyuaran tentang betapa kejamnya para elit politik yang membuat aturan yang melilit leher rakyat.

Para buruh dan mahasiswa telah menjerit dari awal, segala macam gerakan telah dilakukan agar RUU tidak disahkan. Namun sialnya lagi dan lagi rakyat harus kalah oleh kaum elit.

Pada akhirnya RUU Cipta kerja disahkan menjadi Undang-undang dan lebih sialnya lagi ada segerombolan penjahat yang mengatasnamakan kepentingan rakyat , mencuri momentum untuk mendapatkan simpati dan mencari panggung pertunjukan untuk memainkan skenario jahat.

Perjuangan awal yang dibangun buruh dan sekelompok mahasiswa telah dinodai oleh segerombolan penjahat yang bersembunyi atas nama rakyat.
Semoga Tuhan memberikan AZAB terburuk untuk kaum elit politik dan para gerombolan penjahat yang bersembunyi dibalik kepentingan rakyat.

Lekaslah sembuh Indonesiaku
Pesan terakhir untuk gerombolan penjahat yang bersembunyi dibalik kepentingan rakayat :
“CEPATLAH MATI DAN MEMBUSUK DI NERAKA”

BACA JUGA :  Generasi Milenial Muda Musi Rawas : Antara Tantangan dan Harapan! (Sebuah Catatan Kecil)
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close