DAERAHMuara Enim

Juarsah Hadiri Lagi Sidang Lanjutan OTT Muara Enim


Palembang, KabarSriwijaya.com – Sidang rangkaian kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kabupaten Muara Enim pada September 2019 silam kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang, Selasa (20/10/2020).

Sebagai informasi, sidang ini digelar terkait kasus suap dalam 16 paket proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim senilai hampir Rp 130 miliar.

Tepatnya dalam kasus dugaan korupsi Fee Proyek 15% dari rencana pekerjaan 16 paket proyek senilai Rp 130 Milyar yang terkait dengan dana aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim di dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran (TA) 2019.

Dalam persidangan kali ini menghadirkan kembali Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH, karena sebelumnya pada sidang 21 September 2020 lalu, nama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Juarsah, terus disebut-sebut dalam persidangan lanjutan kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muara Enim. Juarsah dituding ikut menerima komitmen fee dalam kasus korupsi bersama di Bumi Serasan Sekundang.

“Sebagaimana di dalam dakwaan, nama Juarsah muncul karena diduga terlibat dan menerima aliran dana dari terpidana Robby Okta Fahlevi, selaku kontraktor proyek PT. Indo Paser Beton,” ujar Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Ricky BM kepada awak media, Senin (21/9/2020) lalu.

Dimana sebelumnya juga, terpidana kasus ini, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Mz Muchtar telah mencicil pembayaran uang pengganti sebesar Rp2,3 miliar.

Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihantono telah melakukan penyetoran uang sejumlah satu miliar ke kas negara sebagai pembayaran uang pengganti pada Selasa 22 September lalu.

“Terpidana Elfin diwajibkan mengembalikan kerugian negara senilai Rp2,3 miliar. Itu usai Pengadilan Negeri Palembang memutuskan Elfin bersalah pada 28 April 2020 lalu,” ujar dia dalam pernyataan pers pada tanggal 24 September 2020.

Dirinya membeberkan pembayaran uang ganti rugi tersebut dilakukan yang ketiga kalinya oleh Elfin. Sebelumnya ia telah membayarkan sebesar Rp600 juta.

“Sebelumnya terpidana Elfin sudah menyetor ganti rugi uang negara sebesar Rp300 juta sebanyak dua kali. Terbaru ini senilai Rp1 miliar,” kata dia.


Pantauan di lapangan, pada sidang hari ini, termasuk Juarsah, JPU KPK menghadirkan empat orang saksi yang didatangkan langsung ke ruang sidang utama gedung pengadilan.

Sedangkan, Bupati Ahmad Yani yang kini berstatus terpidana dan harus menjalani penahanan di Rutan Pakjo Palembang, hadir memberikan kesaksian melalui layar virtual. (FAD)

BACA JUGA :  Pelindo II Palembang Bantu Percepat Evakuasi Truk Kontainer Terguling di Demang Lebar Daun
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close