DAERAHKomunitasPalembangSUMSEL

Dinas Kebudayaan Sumsel minta Balai Arkeologi teliti kembali Situs Talang Tuo

Palembang, KabarSriwijaya.com – Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan mengadakan acara jalan-jalan ke situs penemuan prasasti Talang Tuo peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Sukarami, Palembang, Minggu (31/01/2021).

Kegiatan ini di ikuti oleh Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi didampingi staf Destinasi ibu Vita, Kepala Balai Arkeologi Sumsel Budi Wiyana, Benni Mulyadi Ketua Angkatan Muda Pembaruan Sriwijaya (AMPS), Mang Dayat Youtuber dan para pecinta sejarah dari berbagai latar belakang di Kota Palembang.

Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, dari kunjungan tersebut pihaknya belum bisa memberikan informasi akurat terhadap lokasi tersebut.

Di lokasi tersebut, menurutnya ada makam namun tidak ada yang bisa memberikan keyakinan pada dirinya makam tersebut ada kaitan dengan situs Talang Tuo.

“Jadi apa langkah pemerintah yang aku sendiri belum bisa menjawab langkah pemerintah apa, karena kita butuh data otentik dulu, kalau itu belum ada kejelasan, kalau cerita iya tapi titiknya dimana, kalau kita sudah tahu titiknya dan bisa menyakinkan titiknya adalah tempat ditemukan prasasti itu dan prasasti itu disimpan di museum, tetapi ada titik yang menyakinkan bahwa disitulah tempat ditemukan berdasarkan hasil riset, sehingga kami bisa membikin replikanya ditaruh ditempat aslinya dimana,” katanya.

loading...

Lalu nanti dibuat bangunan berkaitan dengan itu lalu kawasan tersebut di kuasai.

“Mungkin langkah selanjutnya kita membentuk tim kajian dulu yang terdiri dari orang-orang yang tahu tetang cerita Talang Tuo dan bisa merunutkan, secepatnya kita bentuk dan aku harus tahu siapa orang-orangnya tidak boleh sembarangan jangan sampai ujungnya katanya-katanya,” ungkap Aufa.

Sementara itu Kepala Balai Arkeologi Sumsel Budi Wiyana mengatakan, pihaknya akan memberikan data dan informasi berkaitan dengan Prasasti Talang Tuo secepatnya.

BACA JUGA :  Vendor Lippo Linggau Punya Utang 5 Milyar

Karena Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi meminta ada data yang di ceritakan asal usul sejarah situs tersebut sehingga bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Penggagas Komunitas Cagar Budaya Robby Sunata menjelaskan Talang Tuo dengan lingkungannya yang masih asri dan asli memberikan experience berbeda dengan situs sejarah lainnya di Palembang.

“Situsnya sendiri memang berada di dalam kebun sawit tetapi hanya beberapa belas meter ke arah selatan adalah hutan semak yang bisa dilintasi menuju ke sebuah kolam alami yang dipenuhi teratai,” ujarnya.

Menurut Robby, Situs Talang Tuo berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata hiking, biking, dan kegiatan outbound.

“Hiking dan biking sambil singgah di situs bersejarah adalah pengalaman yang seru sekali, itulah yang dirasakan oleh 30 teman-teman yang ikut ke Talang Tuo tadi, mereka senang sekali dan kami yakin banyak warga Palembang lainnya yang akan merasakan hal yang sama.” ungkap Robby.

Selain itu Ketua AMPS, Benny Mulyadi, berharap agar negara dalam hal ini Pemerintah Provinsi betul-betul serius dalam menjaga dan merawat situs sejarah yang ada di Sumatera Selatan sebab menurut Benny, hal ini bukan hanya dalam rangka memajukan destinasi wisata.

“Akan tetapi demi mengamankan kekayaan intelektual bangsa yang sudah mendunia bahwa di masa lalu nenek moyang bangsa kita telah memiliki peradaban yang agung dan luhur,” katanya. (SB)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close