DAERAHSUMSEL

Darwis : Pemprov Sumsel Turunkan Kemiskinan Satu Digit

Palembang, KabarSriwijaya.com – Pemerintah provinsi sumatera selatan mendapatkan ganjaran atas prestasinya menurunkan angka kemiskinan masyarakat sumatera selatan sampai Satu digit pada tahun 2019  pada tahun pertama HD-MY Menerima tongkat estapet kepemimpinan atas provinsi sumatera selatan dari pemimpin sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Darwis, pengurus DPP Garda Sriwijaya Indonesia.

Jumlah masyarakat miskin di awal kepemimpinan nya sebanyak, 1.073.740 orang, dan di ahir tahun pertama masa jabatan mereka, yaitu September 2019 jumlah itu berkurang signifikan hingga ke angka 6.580 orang saja. Menurut data BPS Sumsel yang disampaikan lang sung oleh endang kepala BPS sumsel pada kamis 16/1/2020, dan pemprov sumsel juga mampu menahan kesetabilan ekonominya walau saat pandemik seperti saat ini, 11 penghargaan di bidang ekonomi untuk pemprov sumsel adalah bukti dari majunya kepemimpinan HD-MY sebagai nakhoda provinsi sumsel
Itu semua adalah capaian prestasi yang sangat maju dari pemprov sumsel dan bukti nyata kalau HD-MY piawai dalam menjalin kerjasama dengan pemerintah kab/kota di seluruh wilayah sumatera selatan, sehingga kemasan kerjasama yang baik ini membuahkan ganjaran yang sesuai yaitu sebelas penghargaan di bidang ekonomi,” tutur Darwis di sela-sela diskusi pertanian kolektif di Kedai Asa, Jum’at 19/2/2021 kemarin.

Kalau dalam perjalanan kepemimpinannya lanjut Darwis, pada tahun ke 2 2020 angka kemiskinan justru meningkat ini kan menjadi suatu tanda tanya “Ada apa” dan untuk itu rasanya perlu juga kita menganalisa seta mengkoreksi apa penyebabnya dan hasil serta solusinya bisa kita sampaikan/tawarkan langsung pada pemerintah provinsi sumatera selatan.

“Saya rasa pemerintahan HD-MY saat ini akan oven menerima kritik dan saran selama itu untuk kepentingan sumsel, namun baiknya memang kita mengkeritik itu membawa juga tawaran solusinya, kan gitu cara pengkritik yang baik,” seloroh Darwis sembari menyeruput kembali kopi Asa yang ada di depannya.

loading...

Kita lanjutnya lagi, dapat menganalisa dan merunut kira-kira apa penyebabnya kok kemiskinan di sumsel malah meningkat, padahal pada tahun sebelumnya menurun,
Untuk itu kita dapat memulai dengan mencari di mana – mana saja spot yang masih meme gang reting tertinggi soal angkabkemiskinan pada tahun 2020 yang lalu.

BACA JUGA :  Liza Sako: Politisi Tepat Janji Serta Bertanggung Jawab Adalah Politisi Perempuan

Kalau menurut data BPS 3 reting tertinggi pemilik angka kemiskinan adalah : 1. Muratara dengan angka 19,47%. – kemudian ada Musibanyuasin (MUBA) dengan angka 16,13%. – kemudian Lahat dengan angka 15,95%.

Setelah kita mengetahui 3 wilayah tertinggi itu maka kita dapat mulai mencari penyebabnya, atau mungkin juga ada kaitannya dengan dampak dari wanah pandemik covid 19 yang melanda disepanjang tahun 2020 kemarin.

Atau bisa juga karena wilayah-wilayah tersebut sangat luas sehingga jangkauan informasi dan transportasi di wilayah tersebut tak sampai kepada pemerintah kab/kota sehingga pembangunan ekonominya nya menjadi tidak merata.

“Namun yang pastinya, dari semua persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan baik, apa bila semua steak holder baik dari pusat, provinsi sampai ke daerah berjalan dengan baik,” tutup Darwis.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close