Tips dan Kesehatan

Penjelasan RSMH Soal Pasien Usus Buntu Alami Pembusukan Pasca Operasi

Palembang, KabarSriwijaya.com — Seorang anak mengalami pembusukan dan mengeluarkan cairan kuning pada perutnya setelah dilakukan operasi usus buntu di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang.

Anak tersebut bernama CY (14) dengan gejala awalnya mengeluhkan sakit di bagian perut kanan bawah dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban didiagnosis mengalami usus buntu.

Plt Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSMH Kota Palembang, dr H Marta Hendry SpU Subsp Ped, MARS, mengatakan pihaknya telah melakukan pemerikasaan mengenai adanya dugaan bocornya usus dari pasien tersebut.

“Tentang pemberitaan tentang bocornya usus anak tersebut, sebenarnya tidak benar, yang benar adanya kebocoran pada usus buntu anak tersebut dan ditemukan pada operasi pertama,” ujarnya di ruang rapat dewan pengawas, Jumat (10/02/2023).

“Setelah kami menyelidiki, kita panggilan juga dokter yang menanganinya, dan melihat rekam medik anak tersebut, kami melihat diagnosa pertama itu memang bocornya peradangan usus buntu akut karena, Pasien tersebut telah 3 hari dari gejala awal,” katanya.

loading...

Marta menjelaskan, pasien tersebut juga mengalami peradangan diding perut dan sebenarnya dokter telah akan melakukan operasi kecil, namun karena pasien positif covid sehingga dokter menyarakan untuk diisolasi terlebih dahulu.

“Karena anak tersebut di swab ternyata positif covid, jadi anak tersebut kita isolasi terlebih dahulu, karena untuk mengoperasi dilakukan di ruang operasi sentral dan takutnya akan adanya penularan, jadi kami di ruangan lain,” jelasnya.

Setelah operasi tersebut, Marta menyatakan telah melakukan pembersihan, dan pemberian antibiotik pasca operasi.

Pihaknya juga telah memberitahu keluarga jika pasca operasi tersebut akan adanya resiko operasi tersebut adalah infeksi luka operasi yang sebelumnya terdapat nanah.

Terkait dengan adanya pembengkakan di bagain vital anak tersebut karena adanya lemak pembengkakan cairan di bawah kulit pasca operasi kedua.

BACA JUGA :  RUU Kesehatan: STR Dokter dan Nakes Berlaku Seumur Hidup

Dikatakan Marta, pihak rumah sakit akan melakukan perawatan pasien tersebut secara professional dan tidak perbedaan antara pasien umum dan padien BPJS.

“Rumah sakit kita juga sudah bersertifikat internasional dan juga terdapat tata cara tindakan operasi sudah sesuai dengan prosedur, dan tidak adanya perbedaan tindakan,” ujarnya lagi.

Terkait somasi yang dilayangkan pihak orangtua pasien, Dokter Marta tetap akan menjawab somasi tersebut akan melakukan pendekatan dan penanganan secara profesional.

“Kami juga akan tetap melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan akan menjawab somasi tersebut dengan melakukan penangan secara profesional hingga anak tersebut sembuh,” ungkapnya.

Marta juga mengungkapan kondisi anak tersebut telah berangsur membaik.

Sudah bisa bergerak, dan bisa diperbolehkan untuk duduk, anak tersebut juga sudah ada aktivitas yang menunjukkan usus anak tersebut sudah baik seperti buang angin dan buang air besar,” jelasnya. (SB)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close