DAERAHMusi Banyuasin

KCBI Muba Soroti Pembangunan Gedung Praktek SMK Negeri 1 Babat Toman

Musi Banyuasin, Kabarsriwijaya.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KCBI (Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia) soroti hasil pembangunan gedung praktek di SMK Negeri 1 Babat Toman Kabupaten Musi banyuasin Provinsi Sumsel.

Ketua LSM KCBI, Nasution melalui Bidang Pembangunan Boby, menyampaikan hasil dari investigasi bersama Tim ke lokasi, pekerjaan pembangunan gedung jurusan pertanian dan praktek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai lebih kurang 1 (satu ) milyar lebih diduga tidak sesuai spesifikasi.

“Diwaktu Tim KCBI ke sekolah SMK Negeri 1 babat tidak di temukan papan proyek, yang seharusnya di pasang sampai serah terima sedangkan untuk pemasangan papan proyek itukan sudah di siapkan dananya,” ujar Boby dalam rilisnya, Jum’at (01/12/2023)

Lanjut Boby, pihaknya menduga adanya kesalahan dalam pemasangan atap rangka baja yang tidak sesuai standar pekerjaan dan terkesan asal jadi

“Selain itu, pihaknya menduga di Sekolah ini terindikasi terjadinya praktek Pungli (Pungutan Luar) di tahun ajaran 2022 -2023 sebesar Rp 380 000 per siswa, dan berlanjut di tahun ajaran 2023 -2024, dimana tiap siswa diduga diharuskan mengumpulkan uang sebesar Rp 350 000, dengan alasan untuk biaya magang yang dikumpulkan ke oknum salah satu guru,” terang Boby.

loading...

Kemudian Permasalahan ini juga berdasarkan hasil konfirmasi dengan siswa yang masih sekolah disana yaitu ada juga mengumpulkan uang sebesar Rp 50 000,- per siswa ,siswi dengan alasan biaya untuk menebus sertifikat komputer yang sampai sekarang kami belum menerima ujar boby menirukan pembicaraan siswa.

Senada, Ketua LSM KCBI Muba Nasution menyampaikan bahwa pihaknya mendukung program pusat baik Alokasi Dana BOS maupun DAK yang tentunya untuk menunjang operasional dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, dan dalam hal ini pihaknya sangat kurang sepakat bilaq ada oknum guru yang mencari keuntungan pribadi atau kelompok.

BACA JUGA :  Maknai HUT RI, Pj Bupati Apriyadi Beri Tali Asih Veteran dan Istri

“Contoh terdapat banyak sekali dugaan punglinya buat bayar magang ,bayar sertifikat sedangkan alokasi Dana bos (bantuan operasional sekolah ) itukan ada, kenapa harus dibebankan lagi ke wali murid, saya juga sudah konfirmasi sebagai cek and ricek melalui no w,a kepala sekolahnya hanya dibaca saja tidak ada jawaban , kita akan buat laporan informasi ke pihak terkait,” tutupnya. (Rilis)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close