INTERNASIONALNASIONAL

Iran Tuding AS dan Rezim Zionis Dalangi Destabilisasi di Tengah Protes Ekonomi

Jakarta, KabarSriwijaya.com — Pemerintah Republik Islam Iran menuding Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel berada di balik upaya destabilisasi yang terjadi di tengah aksi protes ekonomi di Iran. Tudingan tersebut disampaikan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta untuk meluruskan opini publik di Indonesia terkait kerusuhan yang belakangan mendapat sorotan internasional.

Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menjelaskan bahwa unjuk rasa yang berlangsung di Teheran pada Minggu, 28 Desember 2025, pada awalnya merupakan aksi damai yang dipicu fluktuasi nilai tukar mata uang. Aksi tersebut diikuti oleh serikat pekerja, pedagang, dan pelaku usaha yang menuntut stabilitas pasar serta perlindungan terhadap daya beli.

“Sejak awal, unjuk rasa berlangsung damai dan berorientasi pada tuntutan ekonomi tanpa mengganggu ketertiban umum,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta.

Namun, Iran menilai situasi berubah ketika aksi tersebut disusupi oleh kelompok kecil elemen kekerasan yang terorganisir. Kelompok ini disebut melakukan perusakan fasilitas publik, menyerang aparat penegak hukum, serta menggunakan alat pembakar dan senjata api.

Menurut Iran, tindakan kekerasan tersebut tidak ada kaitannya dengan tuntutan ekonomi yang sah dan berada di luar perlindungan hak asasi manusia internasional terkait kebebasan berunjuk rasa.Iran kemudian menyoroti peran aktor asing dalam eskalasi kerusuhan tersebut. Pernyataan dan sikap terbuka dari sejumlah pejabat Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel dinilai bersifat provokatif, mengandung hasutan kekerasan, serta mendorong upaya destabilisasi internal Iran.

loading...

“Iran memandang sikap dan intervensi terang-terangan dari pihak asing sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip kedaulatan nasional dan non-intervensi sebagaimana diatur dalam Piagam PBB,” tegas pernyataan tersebut.

Secara khusus, Iran menilai pernyataan Presiden AS dan sejumlah pejabat ekstremis negara itu, serta dukungan terbuka Perdana Menteri rezim Zionis terhadap kerusuhan, telah memperparah ketegangan dan memicu intensifikasi aksi kekerasan.

BACA JUGA :  Ada Ledakan di Mall Taman Anggrek

Di tengah situasi tersebut, aparat penegak hukum Iran diklaim tetap bertindak dengan menahan diri, proporsional, dan sesuai hukum demi menjaga keamanan publik. Meski demikian, Iran mengakui adanya korban jiwa, baik dari kalangan warga sipil maupun aparat keamanan, akibat aksi elemen teroris selama kerusuhan berlangsung.

Pemerintah Iran juga menyatakan telah mengambil langkah konkret untuk merespons akar persoalan ekonomi, termasuk menyalurkan bantuan darurat bagi kelompok rentan serta membuka dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja dan pedagang. Iran kembali menegaskan bahwa sanksi sepihak Amerika Serikat selama bertahun-tahun turut memperberat tekanan ekonomi terhadap rakyatnya.

Menutup pernyataannya, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengajak media dan publik Indonesia menyikapi perkembangan di Iran secara adil, komprehensif, dan berbasis fakta. Iran juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia melalui dialog dan kerja sama damai. (beritanasional)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close