
OKU Timur, KabarSriwijaya.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) OKU Timur yang ke 13 Tahun, Bank Sampah Asy-Syifa yang berada di Desa Banumas Kecamatan Buay Pemuka Peliung akan menampilkan kreasi (karya) dari sampah plastik dan kaleng.
Dari sekian banyak Bank Sampah yang berada di OKU Timur, hanya Bank Sampah Asy-Syifa yang ikut serta dalam acara pameran yang akan diadakan pada tanggal 17 januari 2017 mendatang.
Bank sampah Asy-Syifa ini baru berdiri pada tahun 2016 lalu, tepatnya bulan Februari. Dan saat ini untuk sementara banguanannya masih menumpangi bekas kantor KUD Desa Banumas.
Kepala Desa Banumas, Jamrozi yang juga selaku Pembina melalui Ketua Bank Sampah Asy-Syifa, Heni Yanti menjelaskan bahwa melalui bank sampah ini banyak kreasi yang mereka ciptakan.
“Sudah banyak karya yang sudah dihasilkan walaupun sampai saat ini masih minimnya tenaga kerja dan SDM yang kami miliki,” ujar Heni saat diwawancarai KabarSriwijaya.com, Kamis (12/01/2016).
Lebih lanjut Heni menceritakan bahwa pada ahun 2016 lalu, Bank Sampah ini pernah mendapat bantuan dari Bapedalda OKU Timur berupa alat pencacah plastik dan tahun 2017 ini Bapedalda berjanji akan mendirikan bangunan tempat bank sampah ini.
Pantauan saat dilokasi terlihat anak-anak sedang asyik membuat tas dari limbah sampah yang berbahan dasar dari plastik, dan sampai saat ini banyak karya yang dihasilkan oleh mereka.
Heni melanjutkan bahwa bank sampah ini bertujuan selain menjaga kebersihan dan juga membuka lapangan pekerjaaan dari bank sampah, bahan sampah yang mereka dapatkan dari rumah-rumah warga Banumas.
Heni pun menyampaikan rasa kecewanya dengan pihak kecamatan BP Peliung karena pihak dari kecamatan pernah berjanji bahwa nantinya bank sampah ini akan dimasukan di stan kecamatan, tapi sampai hari ini belum ada kepastian.
“Malahan untuk saat ini yang mengajak kami dari dinas pendidikan oku timur,” ungkapnya.
Heni berharap kepada Bupati OKU Timur agar memperhatikan bank sampah yang ada di OKU Timur.
“Karena untuk membuat kreasi dari limbah sampah memerlukan dana karena pada saat ini dana yang kami pakai untuk membuat kreasi dari dana pribadi dan tempat bangunanan kami masih menumpang bekas kantor KUD
bank sampah ini tidak dapat berkembang tanpa dukungan pemerintah setempat,” ujarnya. (RA)