Tantangan dan kesiapan Kader Gen Z HMI Dalam Menghadapai Bonus Demografi

Opini, kabarsriwijaya.com – Bonus demografi mengacu pada situasi dimana jumlah penduduk usia produktif dalam suatu negara lebih besar dibandingkan jumlah usia penduduk yang tidak produktif. Hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi generasi muda dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi di suatu negara.
Bonus demografi juga menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif dan peluang kewirausahaan. Fenomena ini menjadi peluang dan tantangan bagi generasi muda terkhusus kader Gen Z MHI.
Kader Gen Z HMI harus mampu menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif, menempati sektor-sektor ekonomi, memaksimalkan pemanfaatan teknologi.
Lantas apa yang harus dipersiapkan Gen Z HMI?.
Semakin ketatnya persaingan antar pencari kerja dan harus memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam dunia industri. Sebagai kader generasi Z HMI mampu menjadikan organisasi ini sebagai peluang dalam mengoptimalkan kemampuan dan keterampoilan yang dimilliki seperti mengikuti pelatihan program-program khusus.
Digitalisasi atau transformasi digital terus berjalan pada masa kini, terlebih dalam proses produksi dan bisnis. Oleh karena itu kader Gen Z HMI diharapkan dapat menciptakan teknologi dan memanfaatkanya dalam bisnis atau industri agar memiliki daya saing lebih baik.
Pada usia produktifnya kader Gen Z HMI diharapkan tidak hanya menjadi pekerja atau pencari kerja namun juga mampu menciptakan peluang bisni baru terutama disektor ekonomi kreatif seperti konten kreatif, desain grafis dan industri lainya.
Kader Gen Z HMI harus mampu memanfaatkan peluang – peluang yang ada dalam menghadapi bonus demografi, Kader Gen Z HMI yang memiliki potensi dalam mengoptimalkan bonus demografi diharapkan mampu membawa perubahan atau mewujutkan cita cita negara yaitu Indonesia. (Oleh: Muhammad Irfan).
