
KabarSriwijaya.com, Muratara – Akses jalan desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara rusak parah seperti kubungan kerbau dan masyarakat sangat mendambahkan pembangunan jalan. Jalan yang masih alami belum sedikitpun tersentuh oleh pemerintah sejak Musi Rawas dan sekarang sudah menjadi Kabupaten Muratara. Bahkan ironisnya setiap musim penghujan atau usai diredami banjir jalan yang dimaksud susah untuk dilalui baik itu roda dua ataupun roda empat.
Dengan begitu sehingga membuat masyarakat yang ingin bepergian seperti ke Rupit, Lubuklinggau dan Palembang mesti menunggu terlebih dahulu jalan itu kering. Jika dipaksakan maka mobil akan kelumpuran.
Haris (49) warga desa Pauh mengatakan dengan kondisi jalan seperti ini tentunya sangat menyulitkan masyarakat untuk bepergian. Karena mobil ataupun motor tidak bisa melewati jalan itu.
“Jika dipaksakan bisa-bisa mobil akan kelumpuran, sebab jalannya masih alami alias tanah liat, “ungkapnya, kemarin.
Ia menceritakan bukan hanya satu ataupun dua mobil yang kelumpuran setiap ingin ke Pauh ataupun sebaliknya. Bahkan sedihnya jalan ini belum pernah tersentu oleh pemerintah dan juga terkadang merasa irih dengan daerah lain jalannya sudah bagus-bagus semua, sedangkan disini seperti kubangan kerbau.
“Belum sama sekali tersentu oleh pemerintah, padahal jalan ini adalah akses satu-satu untuk bepergian keluar desa.
Terkadang merasa irih dengan daerah lain jalannya sudah bagus semua, sedangkan jalan dipauh lumpur, “ibahnya.
Ia mengharapkan kepada pemerintah untuk membangun jalan yang dimaksud, karena jalan tersebut adalah akses jalan satu-satunya. Jika setiap banjir tentunya desa Pauh terisolir karena masyarakat tidak bisa keluar desa.
“Sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk membangun jalan, karena itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab akses jalan satu-satunya, “harap Haris.
Terpisah Camat Rawas Ilir Suharto mengatakan ketika musim penghujan atau usai banjir akses jalan Desa Pauh rusak parah dan bahkan mobil ataupun motor tidak bisa melewati jalan tersebut. Menurutnya kerusakkan jalan yang dimaksud sudah sejak dahulu dan hingga sekarang. Bahkan itu akses jalan satu-satunya untuk masyarakat keluar seperti ke Rupit, Lubuklinggau dan Palembang.
“Memang itu akses jalan satu-satunya dan kondisi seperti itu sejak dulu hingga sekarang, “katanya.
Dijelaskan untuk memperbaiki jalan yang dimaksud pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahaan setempat untuk melakukan pengerukkan jalan supaya tida lincin. “Kita minta bantuan kepada perusahaan untuk melakukan pengerukan jalan agar tidak licin, “beber Suharto.
Selain itu, masih kata Suharto kadespun sudah mengusulkan ketika melakukan Musrembang ditingkat Kecamatan. “Ya sudah diusulkan di Musrembang tingkat Kecamatan, akan tetapi berhasil atau tidak belum tahu, ” pungkasnya. (Mir)