Fiersa Besari Adakan Bedah Buku Di Palembang, Penggemar Antusias

Palembang, KabarSriwijaya.com : Fiersa Besari pengarang buku Konspirasi Alam Semesta dan Garis Waktu, di sambut hangat dan antusias oleh para penggemarnya saat mengadakan bedah buku ketiganya Catatan Juang dengan tema ‘Suar Bersua’ diselenggarakan oleh Gramedia World Palembang di Jalan Kolonel H Burlian KM 7. Minggu (24/12/2017).
Seorang penggemar Marini (20) mengatakan sangat senang dapat berjumpa langsung dengan Fiersa karena dia suka membaca buku dan tulusan Fiersa. “Buku dari Fiersa bikin baper yang waktu juang ditinggal sama ibunya,” ujar Marini.
Selain menulis buku, Fiersa Besari yang akrab disapa “Bung” Fiersa ini, telah menciptakan beberapa lagu. Lagu-lagu dari Fiersa diantaranya, Waktu Yang Salah, Juara Kedua, Hidupkan Baik-Baik Saja.
Fiersa gemar dengan Alam Terbuka dan menuangkan inspirasinya dengan menciptakan lagu dan menulis buku.
“Menurut saya siapapun yang pernah ke gunung atau kemanapun pasti ada racun yang tidak bisa keluar dari kalian yang ingin membuat kalian untuk mengulangi lagi lagi dan lagi,” ungkap Fiersa kepada para penggemar.
Fiersa sangat senang ditantang dan benci untuk mengalah. Buku pertamanya Konspirasi Alam Semesta adalah kumpulan tulisan Fiersa dari 2012 yang tersebar di Facebook Twitter yang dia rajut sedemikian rupa hingga menjadi sebuah buku.
Buku keduanya Garis Waktu menceritakan bukan cuma percintaan dua insan tapi juga menceritakan tentang orangtua, keluarga, sosial dan ibu pertiwi.
Buku ketiganya Catatan Juang juga segera mendapat apresiasi dari penggemarnya di kota Palembang. “Walaupun saya baru membaca sedikit dalam bukunya ini menurutku terdapat motivasi dalam hidup kita supaya lebih baik lagi, ujar penggemarnya Nina (21) ketika ditanya soal buku Fiersa.
Acara bedah buku berlangsung diawali dengan pemaparan langsung dari Bung Fiersa, tanya jawab, penandatangan buku dan foto bareng.
Fiersa juga berkomentar ketika ditanya soal siapa sasaran pembaca buku-buku dia. “Saya rasa yang berhak menentukan buku saya layak dibaca atau tidak adalah media massa dan pembaca itu sendiri saya tidak membatasi karena itu menurutku akan mempersempit ruang bagi para pencinta buku-buku saya,” kata Fiersa. (SB)
