Musi Rawas

DMJ Nasional Dibangun SPBU?

Musi Rawas, KabarSriwijaya.com – Pemilik Satuan Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 24.316.187 Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan menuai kritik, diduga bangunan masuk Daerah Milik Jalan (DMJ).

Koordinator LSM PEKO (Pelawe Kompak) Andi Lala mendesak pihak SPBU untuk membongkar bangunan yang dinilai mengangkangi  Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan Perda.

Dugaan peraturan yang dilanggar, Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 132)

Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4655)

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-bagian Jalan;

loading...

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor : 5 Tahun 2016 tentang perubahan peraturan Kabupaten Musi Rawas Nomor 20 Tahun 2021 tentang retrebusi izin mendirikan bangunan;

Andi Lala, menegaskan kepada pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk bertanggungjawab dengan membeberkan administrasi perizinan, baik itu Amdal, maupun IMB dan DMJ, sebab dengan kasat mata jelas bangunan SPBU tersebut menganggap melanggar aturan, karena jaraknya hanya sekitar 1-2 meter dengan bibir jalan.

Ketentuan mendirikan bangunan adalah jarak bangunan dengan as jalan sesuai undang-undang yaitu 32 meter, kemudian terbit juga Perda Kabupaten Musi Rawas Nomor 5 Tahun 2016.

“Lihat bangunan SPBU Muara Beliti dengan jalan sangat dekat,” kata Andi Lala. Kamis (12/05/2022).

Dilanjutkan, Pemkab Mura  tidak boleh mengeluarkan izin DMJ, karena jalan HM Soeharto, Kecamatan Muara Beliti merupakan jalan Nasional sehingga perizinannya pada Kementerian PU dan Perhubungan.

“Kami mendesak pemerintah Kabupaten Musi Rawas agar kerja secara profesional karena negara punya aturan dan undang-undang yang harus ditaati seluruh warga negara Indonesia, kami minta segera membongkar bangunan yang terkena badan jalan, dan segera menelaah perizinan, baik itu Amdal, maupun IMB dan DMJ, pada SPBU tersebut,” tegas Andi.

BACA JUGA :  Bupati Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Sumberharta 2020

Pihak SPBU 24.316.187 Muara Beliti saat di jumpai di kantor SPBU tersebut membenarkan bahwa bangun SPBU tersebut terkena DMJ.

“Salah satu upaya, nantinya akan segera digeser mana bangunan yang terjena DMJ, dan pemilik SPBU 24.316.187 Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti sudah mengetahui hal tersebut,” ujar Yuliawan selaku pengawas SPBU.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Musi Rawas, Alawiyah, kepada wartawan mengatakan bahwa status jalan tersebut jalan nasional, sebenarnya untuk bangunan SPBU tersebut tidak mengganggu dan secara pembangunan tidak memakai badan jalan untuk sekarang ini.

“Akan tetapi, jika pemerintah memerlukan jika hak masyarakat sekalipun mau tidak mau masyarakat harus memberi karena untuk kebutuhan masyarakat umum, pada saat akan dilaksanakan pembangunan jalan bangunan SPBU tersebut harus mundur dari badan jalan,” jelas Alawiyah.

Ketika ditanyakan masalah perizinan IMB SPBU Muara Beliti, Kadis DPMPTSP Kabupaten Musi Rawas melalui Kepala Bidang Perizinan, Heru mengatakan ketika dihubungi melalui Whatsapp untuk IMB SPBU tersebut sudah ada.

“IMB sudah ada, itu dikeluarkan zaman pak Yudi Kadis Perizinan,” ujar Heru secara singkat. (RLS/BRY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close