OKU Timur
PT KAI DIVRE IV TNK Siap Hadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017/2018.

OKU Timur.KabarSriwijaya.Com – Guna menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, PT Kerera api indonesia (KAI) Divre IV Tanjung karang telah menyiapkan
sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru seperti tahun-tahun
sebelumnya.Demikian disampaikan oleh humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang Franoto Wibowo,senin (11/12/2017)
“Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 17 hari yakni mulai tanggal 22 Desember 2017
hingga 7 Januari 2018. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai PT KAI Divre IV Tnk (3.000 pegawai
baik organik maupun non organik) dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.”ujarnya
Dikatakan franoto bahwa “Dari aspek sarana kereta api tahun ini PT KAI Divre IV Tnk menyiapkan 3 unit lokomotif siap operasi dan 1 unit
lokomotif cadangan, serta 34 unit kereta siap operasi dan 4 unit kereta cadangan,”tuturnya
Sementara itu untuk jumlah Kereta Api
tahun ini KAI Divre IV Tnk menyiapkan 8 perjalanan Kereta Api reguler untuk melayani masyarakat yang ingin
menggunakan jasa Kereta Api pada masa liburan akhir tahun kali ini
“Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, PT KAI Divre IV Tnk menyediakan 3.596
seat perharinya atau 61.132 total seat selama 17 hari masa angkutan Nataru untuk KA Sriwijaya rute
Tanjungkarang-kertapati (Palembang) PP, KA Rajabasa rute Tanjungkarang-Kertapati (Palembang) PP dan 2
perjalanan KA Seminung rute Tanjungkarang-Kotabumi serta 2 perjalanan KA Seminung rute Kotabumi-
Tanjungkarang,”jelasnya
Franoto mengatakan Okupansi (tingkat keterisian tempat duduk) di angkutan Natal dan Tahun baru 2017/18
posisi 11 Desember 2017 jam 12.00 Untuk KA Sriwijaya baru terserap 22% sedangkan KA Rajabasa terserap
77% .
“Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI Divre IV Tnk menyiagakan alat material untuk siaga
(Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra,
Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas KA untuk
mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA,”ujar franoto
“Total sebanyak 117 petugas disiagakan dengan rincian 57 personil
PPJ Ekstra, 30 personil PJL Ekstra, dan 30 personil posko daerah rawan.
Meskipun jumlah PJL ditingkatkan, PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan
untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan
UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.”Terangnya
Franoto juga mengatakan bahwa”data menunjukkan dari tahun ke tahun terdapat tren
kenaikan jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang pada tahun 2016 terdapat 15 kejadian dan tahun 2017 sudah 22 kejadian.”ucapnya
“Maka diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama”harap Franoto,(Rilis/RA)