Lubuk Linggau

Buntut Pemukulan Wartawan, Aktivis Senior dan Petinggi IPMB Bereaksi

Lubuklinggau, KabarSriwijaya.com – Pasca pemukulan terhadap wartawan yang juga koordinator SIWO Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lubuklinggau, Adhio Septiawan atau Vhio, diduga dilakukan oleh oknum brimob, menuai berbagai reaksi, baik dari organisasi wartawan maupun organisasi lain bahkan aktivis senior angkat bicara, salah satunya datang dari Ikatan Pemuda Musi Bersatu. Selasa, (31/012023).

Ketua IPMB Darmansyah didampingi sekretaris Jekki Pelkandis, menyayangkan peristiwa kekerasan itu terjadi, tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-undang dan bekerja sesuai dengan kode etik yang berlaku, semua orang seharusnya bisa memahami dan melindungi profesi seorang jurnalis, kami sangat prihatin terjadinya aksi tersebut.

“Kita yakin dan percaya aparat kepolisian akan profesional menangani kasus ini, sehingga kasus serupa tak akan terulang di masa mendatang.”

Sementara salah satu aktivis senior Nurussulhi Nawawi juga petinggi IPMB mengecam keras peristiwa pemukulan terhadap Vhio.

Dijelaskannya, Kepolisian Negara Republik Indonesia sudah memberikan media komunikasi terhadap semua potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berada pada ranah yang benar, kalau di Lubuklinggau yakni Polres Lubuklinggau, semestinya jika merasa ada potensi gangguan keamanan melapor ke pihak Polres Lubuklinggau, karena pihak Polres sudah membuka layanan pengaduan launching bulan Nopember 2022 lalu, lengkap dengan nomor yang bisa dihubungi.

loading...

“Laporkan kesini, bukan justru meminta bantuan oknum Brimob, walaupun alibnya merupakan Saudara Pelapor,” kata Nun panggilan akrabnya.

Dilanjutkan, sudah di jalur yang benarpun, semisalnya melapor ke Polres Lubuklinggau, terduga pelaku tidak serta merta bisa diborgol begitu saja, lain halnya jika tertangkap tangan melakukan suatu tindak pidana, itupun yang berhak memborgol adalah petugas kepolisian pada bagian yang diperbolehkan secara tupoksi dalam melakukan penindakan/pencegahan secara terukur.

BACA JUGA :  Kadis Kominfo Lubuklinggau Hadiri Rakor PPID Sumsel

“Tupoksi oknum Brimob ini dipertanyakan,” tutup Nun.
Diketahui peristiwa kekerasan yang menimpa Vhio, hari Senin, (30/01/2023) sekira pukul 01.30 WIB.

Menurut pengakuan Vhio, bermula saat dirinya melintas di jalan cereme dalam, wartawan Pewarta Indonesia ini mendapati aktivitas keluar masuk kendaraan dan orang, laki-laki dan perempuan di sebuah rumah besar.

Kemudian Vhio melakukan aktivitas jurnalistiknya dengan mengambil foto dan video aktivitas tersebut. Lantas pemilik rumah keluar dan marah-marah.

Kemudian, Vhio pergi meninggalkan lokasi tersebut dan bermaksud untuk pulang kerumah namun berhenti ke pos perumahan.

Lalu bersama security perumahan pergi ke warung untuk beli rokok, namun dicegat oleh dua orang berpakaian seragam diduga Brimob bersenjata laras panjang dan satu orang pakaian preman di depan Masjid Taqwa di dekat rumah yang direkam korban.

Saat dicegat tiga orang diduga anggota Brimob tersebut menanyakan maksud Vhio mengambil foto dan video tersebut.

Selanjutnya, orang tersebut langsung menganiaya korban dengan cara menyeret dan membanting serta memukul korban, bahkan sempat melepaskan tembakan ke udara.

”Tiga orang itu dua orang seragam Brimob bersenjata laras panjang dan satu orang pakaian preman, mereka menyeret, membanting, ada yang nendang, dan memukul, saya dibuat seperti teroris, dalam menjalankan tugas wartawan karena insting saya mencurigai aktivitas dirumah itu,“ terang Vhio.

Hingga korban babak belur mengalami luka dibagian wajah sebelah kiri dan benjol dipelipis mata kiri luka kaki dan luka bagian tangan.

Tak sampai disitu, usai menganiaya, ketiga orang diduga oknum Brimob tersebut memborgol Vhio dan membawa Vhio ke Mapolres Lubuklinggau.

”Sampai di Polres saya tanya kesalahan saya apa dan dasar membawa saya apa, sehingga akhirnya saya disuruh pulang,” kata Vhio. (BRY)

BACA JUGA :  Warga Tolak Pembangunan Gereja di Batu Urip
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close