Palembang, KabarSriwijaya.com – Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Sumatera Selatan menggelar Sriwijaya Kite Fest 2025 di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang selama dua hari, 25–26 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ajang untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional layang-layang di tengah maraknya gempuran era digital.
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Selatan, Samantha Tivani, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan festival ini. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat KORMI untuk mengajak generasi muda lebih aktif dalam kegiatan rekreasi yang sehat.
Samantha mengatakan, saat ini anak-anak cenderung lebih banyak bermain dengan gawai dibandingkan aktivitas luar ruang seperti bermain layang-layang.
“Saat ini karena gempuran era digital, anak-anak kita hanya bermain dengan gadget. Dulu, saat saya sekolah, masih banyak anak-anak bermain layang-layang, tapi sekarang sudah sangat jarang,” ungkapnya.
Selaku Ketua KORMI Sumsel Samantha mengapresiasi kegiatan lomba layang-layang atau Sriwijaya Kite Fest 2025 karena sejalan dengan program KORMI.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Sriwijaya Kite Fest 2025, karena selaras dengan program KORMI Goes to School yang baru kami luncurkan. Kami ingin mensosialisasikan kembali olahraga masyarakat di sekolah-sekolah.
Sementara itu, Ketua PELANGI Sumatera Selatan, Eka Subakti, menjelaskan bahwa festival ini diikuti oleh 24 pelajar dari lima sekolah yang berasal dari Palembang dan Baturaja. Para pelajar berpartisipasi dalam lomba layangan adu kategori pelajar, sementara sembilan peserta lainnya mengikuti lomba melukis layang-layang.
Eka menyampaikan bahwa Hari ini adalah momentum bagi PELANGI untuk bekerja lebih intensif memasalkan olahraga masyarakat, terutama layang-layang, ke sekolah-sekolah.
“Itu menjadi tugas kami, tugas PELANGI, agar tumbuh dan berkembang kebugaran di sekolah serta masyarakat. Kami siap mendukung gerakan Sumsel Bugar di seluruh Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Eka juga juga menyampaikan bahwa, Melalui penyelenggaraan Sriwijaya Kite Fest 2025, PELANGI Sumsel berharap olahraga layang-layang tidak hanya menjadi permainan tradisional, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, kreativitas, dan kebugaran masyarakat di Bumi Sriwijaya. (SB)