INTERNASIONALPolitik

Seberapa Kuat Rezim Iran di Tengah Guncangan Perang?

Teheran, KabarSriwijaya.com – Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 memunculkan satu pertanyaan besar: seberapa kuat sebenarnya rezim Iran saat ini?

Di tengah laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, banyak pihak memperkirakan struktur kekuasaan di Teheran akan runtuh. Namun kenyataannya, sistem Republik Islam tidak langsung goyah.

Kendali pemerintahan sementara disebut berada di tangan tokoh senior, transisi cepat ini menunjukkan bahwa struktur elite politik Iran telah memiliki mekanisme suksesi yang relatif siap menghadapi krisis.

Struktur Kekuasaan yang Berlapis

Sejak Revolusi 1979, Iran membangun sistem pemerintahan yang tidak hanya bertumpu pada satu figur. Di balik Pemimpin Tertinggi, terdapat Majelis Ahli, Dewan Garda, parlemen, serta jaringan militer dan keamanan yang solid.

loading...

Salah satu pilar terkuat adalah Garda Revolusi, yang bukan hanya kekuatan militer, tetapi juga pemain utama dalam sektor ekonomi dan intelijen. Organisasi ini memiliki pengaruh luas dan loyalitas ideologis yang kuat terhadap sistem Wilayatul Faqih.

Selama garis komando militer tetap utuh, banyak analis menilai rezim masih memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan eksternal.

Tekanan dari Luar dan Dalam

Presiden AS, , secara terbuka mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka. Pernyataan itu menambah tekanan psikologis terhadap elite Teheran.

Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda perpecahan terbuka antara militer reguler dan Garda Revolusi. Soliditas aparat keamanan menjadi indikator penting kekuatan rezim.

Di sisi lain, tekanan ekonomi akibat sanksi dan konflik berkepanjangan tetap menjadi titik lemah. Ketidakpuasan publik memang ada, terutama dari kalangan muda dan kelas menengah perkotaan. Tetapi tanpa kepemimpinan oposisi yang solid dan dukungan institusi keamanan, perubahan radikal sulit terjadi.

BACA JUGA :  Sambangi Warga di Keramasan Kertapati, Srikandi Gerindra, Siti Nurizka, Tinjau Aktivitas Kelompok Tani Ikan

Oposisi Masih Terfragmentasi

Dukungan terhadap tokoh oposisi seperti memang terlihat di luar negeri. Namun di dalam Iran sendiri, oposisi belum menunjukkan kekuatan terorganisir yang mampu menandingi struktur negara.

Selain itu, Iran adalah negara dengan keragaman etnis yang kompleks—Azeri, Kurdi, Arab, dan Baloch—yang membuat konsolidasi kekuatan alternatif menjadi tantangan tersendiri.

Faktor Penentu: Militer dan Stabilitas Internal

Kekuatan rezim Iran saat ini sangat bergantung pada tiga faktor utama: loyalitas militer, kontrol keamanan dalam negeri, dan kemampuan elite menjaga persatuan.

Jika Garda Revolusi dan militer reguler tetap solid, rezim memiliki peluang besar untuk bertahan, bahkan dalam tekanan perang sekalipun. Sebaliknya, jika terjadi perpecahan internal, situasi dapat berubah drastis.

Ujian Terbesar dalam 47 Tahun

Konflik ini menjadi ujian terberat bagi Republik Islam sejak berdiri. Namun sejauh ini, struktur kekuasaan Iran menunjukkan daya tahan yang tidak kecil.

Apakah rezim akan bertahan dan beradaptasi, atau justru melemah dari dalam, sangat bergantung pada dinamika elite dan respons masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Satu hal yang jelas: Iran belum runtuh. Dan kekuatan sesungguhnya rezimnya kini sedang diuji di panggung sejarah. (RED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close