Iran Klaim Kemenangan Besar, Rakyat Rayakan Meski Gencatan Senjata Disambut Skeptis
Teheran, KabarSriwijaya.com – Rakyat Iran turun ke jalan merayakan apa yang mereka anggap sebagai kemenangan besar atas Amerika Serikat, menyusul diumumkannya gencatan senjata dalam konflik terbaru di kawasan.
Dalam suasana dini hari di Teheran, warga berkumpul sambil mengibarkan bendera nasional dan menunjukkan simbol-simbol perlawanan. Aksi pembakaran bendera Amerika dan Israel juga terlihat, mencerminkan sentimen kuat terhadap pihak lawan.
Perayaan ini muncul di tengah narasi resmi pemerintah bahwa Iran berhasil memaksa Amerika Serikat menerima sejumlah tuntutan strategis.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa negara tersebut mencapai “kemenangan besar” dan berhasil menekan Washington untuk menyetujui rencana 10 poin yang diajukan Teheran.
Di antara poin penting yang diklaim disetujui adalah pencabutan sanksi terhadap Iran, penarikan pasukan Amerika dari pangkalan di kawasan, serta pengakuan atas hak Iran dalam pengayaan nuklir.
Selain itu, Iran juga disebut tetap memegang kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia, yang operasionalnya akan dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa pihak lawan mengalami kekalahan telak dalam konflik yang disebut sebagai “tidak adil dan melanggar hukum.”
“Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan telak,” demikian bunyi pernyataan dewan.
Meski demikian, di tengah euforia kemenangan, sebagian warga tetap menunjukkan sikap hati-hati. Mereka mempertanyakan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan gencatan senjata, mengingat pengalaman sebelumnya dalam proses negosiasi.
“Kami sudah melihat bagaimana Amerika bertindak. Gencatan senjata ini bisa saja hanya strategi untuk mengulur waktu,” ujar salah satu warga.
Pemerintah Iran pun menegaskan bahwa kemenangan ini tidak membuat mereka lengah. Dalam peringatan tegas, Iran menyatakan kesiapan penuh untuk merespons setiap potensi pelanggaran dari pihak lawan.
“Tangan kami tetap berada di pelatuk. Kesalahan sekecil apa pun akan dibalas dengan kekuatan penuh.” (RED)
