Palembang, KabarSriwijaya.com — DPD PRABU (Prabowo-Budiman) Sumsel mengusulkan program kegiatan hilirisasi dan industrialisasi hasil perkebunan karet di Sumatera Selatan untuk menjadi prioritas masuk dalam rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Prabowo–Gibran.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya Hilirisasi Industri pada acara pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) masa bakti tahun 2023-2028, Senin (31/07/2023), di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.
“Bahkan Presiden menyampaikan bahwa hilirisasi tidak hanya pada industri mineral tapi pada sektor lain seperti perkebunan, pertanian, perikanan. Dan akan menciptakan sejumlah dampak positif bagi perekonomian Indonesia, diantaranya membuka kesempatan kerja secara signifikan,” ujar Ketua PRABU Sumsel, Eka Subakti SE, dalam acara diskusi dan konsolidasi pengurus DPD PRABU Sumsel, Sabtu (15/12/2023).
Eka Subakti menjelaskan bahwa potensi pasar ban yang disampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dari penjajakan kerjasama dengan perusahaan ban terbesar di Arab Saudi, Kingdom Tyres. Berdasarkan perhitungan dengan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR), kebutuhan ban di Arab Saudi sebanyak 35,70 juta unit di 2022, 33,05 juta di 2021, 30,6 juta di 2020, serta 28,48 juta pada 2019.
“Ini artinya pertumbuhan permintaan produk ban mengalami peningkatan 8 persen pertahun. Sehingga di perkirakan pada 2032 nilai kebutuhan ban di perkirakan melonjak menjadi 72,32 juta unit pertahun, CEO Kingdom Tyres Sulton Alkahtani menjelaskan target pasar produk ban ini antara lain wilayah Gulf Cooperation Council (GCC), Asia Selatan, Eropa dan Afrika,” paparnya.
Menyikapi potensi pasar, keunggulan potensi sumber daya alam perkebunan karet (ketersediaan bahan baku) dan permasalahan yang dihadapi petani, industri karet secara nasional, wabil khusus di Sumatera Selatan, Dewan Pimpinan Daerah Prabowo Budiman Bersatu (PRABU) Sumatera Selatan sebagai elemen relawan pemenangan Prabowo Gibran memandang sangat strategis misi ASTA CITA ke 5 Prabowo-Gibran yaitu Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
PRABU Sumsel mengusulkan program kegiatan hilirisasi dan industrialisasi hasil perkebunan karet di Sumatera Selatan ini menjadi prioritas masuk dalam rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Prabowo-Gibran.
Adapun wujud nyata dari program kegiatan hilirisasi dan industrialisasi hasil perkebunan karet yaitu: 1. Pembangunan pabrik Ban dan pabrik sparepart berbasis karet di SumateraSelatan, 2. Revitalisasi Kelembagaan Unit Usaha Pengolahan dan Pemasaran bahan olah karet atau bokar (UPPB) menjadi unit usaha berbadan hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan atau Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) atau Koperasi Desa, 3. Menjamin distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran melalui BUMDes, Koperasi desa, 4. Peremajaan tanaman karet tua.
“Bahwa mewujudkan Misi ASTA CITA ke5 merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan landasan ideologis yang kokoh yaitu pemahaman Pancasila yang utuh serta prinsip Persatuan Nasional dan gotong royong dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengusaha nasional dan local, akademisi perguruan tinggi serta petani di desa. Hanya dengan menggenggam ideologi dan prinsip prinsip dasar tersebut Indonesia akan maju menuju pada cita cita masyarakat adil Makmur di Indonesia emas 2045,” pungkas Eka Subakti.
