
OKUT, KabarSriwijaya.com – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur diprediksi akan berlangsung seru.
Dimana dalam gelaran Musdalub yang akan berlangsung Sabtu (6/8/2016) hingga dua hari ke depan ini, sepertinya akan terjadi “duel” antara Aktivis Muda dengan tokoh Muda daerah tersebut.
Diantara sekian banyak organisasi pemuda di OKU Timur digadang-gadangkan ada dua calon Kanidat. Yaitu Oki Endrata Wijaya dan Fenus Antonius yang bakal maju di Musdalub DPD KNPI OKU Timur periode 2016 – 2019.
Bakal calon kandidat DPD KNPI OKU Timur, Oki Endrata Wijaya mengatakan jika dirinya siap melawan Fenus Antonius yang merupakan adik kandung Fery Antoni (Wakil Bupati OKU Timur) pada musdalub besok.
“Saya hanya menuruti kemauan teman-teman untuk maju di Musdalub KNPI. Ya, sekalipun lawannya adik kandung Wabub, ini adalah tantangan kita, dengan mengucap Bismillah saya siap maju,” tutur Oki yang juga merupakan Ketua GM FKPPI OKU Timur kepada Kabar Sriwijaya, Jumat (5/8/2016).
Menurutnya, saatnya yang muda yang memimpin, KNPI merupakan himpunan kepemudaan yang menjadi wadah aspirasi pemuda Indonesia, khususnya pemuda di OKU Timur.
“KNPI merupakan bagian dari kontrol sosial, agen perubahan, bukan hanya kumpulan kosong tapi sebagai wadah dimana pemuda saatnya berkarya, berfikir dan berkembang pada integritas kebangsaan, lahirnya pemimpin besar dari pemuda, maka saatnya, yang muda yang memimpin,” tegas Oki yang juga pernah menjabat sebagai Ketua umum HMI Cabang Baturaja tahun 2013 lalu.
Dirinya berharap dengan musdalub dapat menghasilkan output yang jelas demi kemajuan pemuda OKU Timur, tidak hanya seremoni tapi aksi nyata penaung OKP kepemudaan, tanpa ada kepentingan politik.
“KNPI nggak boleh ditunggangi dengan politik praktis, lembaga ini harus murni sebagai kepentingan pemuda, untuk mendukung pemerintah dalam membangun daerah, bukan sebagian alat politik,” kritik mantan Presiden mahasiswa Unbara tersebut.
Meskipun Munaslub ini merupakan Carateker, Menurut OKI hal tersebut adalah dinamika sebuah organisasi.
“Dari 50 OKP yang di OKU Timur, sudah cukup untuk mengawal sebuah perubahan, dimana perubahan itu dikonsepkan oleh orang-orang cerdas, dilakukan oleh orang-orang pemberani dan dimenangkan oleh orang-orang yang teguh dan istiqomah,” tutup OKI Endrata Wijaya. (Mir/Rls)