
OKU Timur, KabarSriwijaya.com – Pemerintah Kabupaten OKU Timur, melalui Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) kembali memilih Bujang Gadis atau Mouli Meranai terbaik OKU Timur Tahun 2017.
Acara puncak Grand Final Pemilihan Mouli-Meranai (Bujang-Gadis, red) OKU Timur, yang dihadiri oleh Fery Antoni SE Wakil Bupati serta unsur Muspida lainnya ini berlangsung di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Rabu malam (19/04/2017).
Dalam acara puncak ini, terpilihlah salah satu pasang Mouli-Meranai Terbaik OKU Timur tahun 2017 yaitu Sela Diana Eka Putri asal SMA Negeri 1 Buay Madang sebagai Mouli (Gadis) dan Sandi Yowan asal SMA Negeri 3 Martapura sebagai Meranai (Bujang).
Bupati OKU Timur, yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Wakil Bupati OKU Timur Feri Antoni SE menyampaikan harapan pemerintah agar ajang pemilihan Mouli-Meranai ini nantinya dapat menjadi motor penggerak untuk lebih memperkenalkan potensi wisata yang ada di OKU Timur kepada masyarakat luar.
“OKU Timur ini kaya potensi wisata, tidak hanya potensi wisata alam, seni budaya juga memiliki potensi tersendiri yang harus jadi perhatian serius. Pemkab OKUT dalam hal ini terus menggali potensi budaya yang diharapkan kelak jadi salah satu sumber PAD OKUT, melalui kegiatan ini pemerintah berharap, seni budaya kita akan lebih dikenal luas,” Ujar Feri kepada awak media.
Ditambahkan Feri, melalui ajang ini agar nantinya dapat melahirkan duta wisata yang berwawasan luas, memiliki rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya dan seni daerah.
“Pemerintah pastinya selalu mendukung baik melalui anggaran maupun dukungan lain. Saya berharap kepada Dinas Pariwisata untuk terus bergerak maju memajukan pariwisata di OKUT. Di era yang akan datang budaya dan seni kita harus tetap terjaga dan tetap maju. Ini sudah menjadi tugas kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga merupakan Kepala Dinas Disporaparbud, Wakimin SPd MM menjelaskan tujuan dari rangkaian kegiatan.
“Tujuan pelaksanaan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketahanan Generasi muda, dari pengaruh budaya yang tidak sesuai, serta memiliki rasa cinta dan kebanggaan akan budaya daerah, menjadi penggerak dalam promosi wisata dan ikut melestarikan aset budaya OKUT,” papar Wakimin. (RA)