
Palembang, KabarSriwijaya.com – Sebanyak 64 orang perwakilan dari 28 komunitas yang berasal dari Palembang, Musi Banyuasin dan Muara Enim mengikuti Insipiring Camp 1.0 yang diselenggarakan oleh para Pengajar Muda Angkatan XII penempatan Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim, Sabtu lalu (27/8/2016).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Menginspirasi” ini berlangsung selama satu hari mulai dari pukul 07.00 sampai 18.30, di aula SMAN Sumatera Selatan, Palembang.
Kegiatan ICamp 1.0 ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan Drs. Widodo MPd.
Dalam kata sambutannya, Widodo menyambut baik pelaksanaan ICamp 1.0 ini. “Saya hari ini banyak sekali mendapatkan undangan untuk menghadiri acara. Namun, saya memilih untuk hadir di acara ICamp ini. Saya ingin berjumpa dengan anak-anak muda potensial yang ada di setiap komunitas. Karena masa depan bangsa ini, khususnya Sumsel ada di tangan mereka,” ungkap Widodo.
Para peserta ICamp 1.0 mendapatkan beberapa materi, diantaranya Pemahaman Organisasi, Teknik Fasilitasi, Metode Fasilitasi dan Apresiative Inquiry.
Tidak hanya diberikan materi, masing – masing peserta langsung diajak untuk mengaplikasikan materi yang didapat dengan dibagi ke dalam 4 kelas yang didampingi langsung oleh pengajar muda sebagai fasilitatornya.
ICamp 1.0 ini bertujuan untuk menggali potensi dan meningkatkan kapasitas masing – masing anggota komunitas serta memberikan pemahaman dasar tentang organisasi.
Dengan pelatihan yang diberikan ini, Tuti selaku ketua pelaksana ICamp 1.0 menyampaikan, “Semoga teman-teman merasa dapat manfaat, khususnya penguatan internal komunitas masing-masing dari materi yang disampaikan selama pelatihan ICamp ini.
“Ketika internal sudah kokoh, komunitas-komunitas ini bisa berkolaborasi dan membangun Sumsel lebih baik lagi. Kami sebagai pelari terakhir dari Indonesia Mengajar penempatan Sumsel berharap teman-teman dapat melanjutkan apa yang sudah kita kerjakan bersama – sama ini,” ungkap Tuti.
Lebih lanjut Tuti mengungkapkan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung pelaksanaan ICamp 1.0 ini, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumsel dan SMAN Sumsel yang sudah memfasilitasi sehingga kegiatan ini terlaksana.
Sedangkan menurut Alna, perwakilan Turun Tangan Palembang mengungkapkan bahwa Banyak sekali yang mereka dapatkan dari ICamp 1.0,
“Materi yang saya ingat yaitu teknik fasilitasi dan apresiative inquiry. Teknik fasilitasi ini sangat penting, karena kita semua ini menjadi fasilitator di kehidupan sehari-hari. Sealin itu, ICamp ini juga sebagai ajang perkenalan dan silaturrahmi komunitas yang ada di Sumsel,” ujar Alna.
“Semoga kedepannya komunitas yang hadir ini bisa tetap menjalin silaturrahmi dan berkolaborasi membangun Sumsel,” harap Alna.
Pelatihan ICamp 1.0 ditutup dengan menyusun kepingan puzzle peta Sumsel oleh semua peserta sebagai wujud kebersamaan dan bersatunya pemuda-pemudi yang ada di Sumsel.
Pelatihan ICamp ini tidak hanya sampai ICamp 1.0 saja, namun akan ada kelanjutan di ICamp 2.0 yang akan dilaksanakan beberapa bulan ke depan.
Pada penyelenggaraan ICamp selanjutnya diharapkan semakin banyak komunitas yang hadir untuk ikut terlibat. (HS)
