
PALI, KabarSriwijaya.com – Masyarakat yang tinggal di sekitar Desa Purun dan Purun Timur Kecamatan Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan dengan pemasangan Jaringan line pipa minyak mentah milik PT Petroenim Betun Selo (PT PBS).
Pasalnya pipa tersebut dipasang dengan dibiarkan tergeletak di atas tanah (tidak ditanam,red) hingga mengganggu aktivitas keseharian warga sekitar.
Seperti yang disampaikan Yanto (32), warga Purun pada awak media, Selasa (27/12/2016).
Menurutnya, pemasangan line pipa itu juga telah dikeluhkan beberapa warga lainnya, karena sangat mengganggu.
“Kami benar-benar terganggu dengan line pipa ini. Karena kami mau lewat pun jadi susah, padahal ini kebun karet milik kita, Pak,” ujarnya.
Dulu, tambahnya, gara-gara pipa tersebut pernah juga ada anak warga yang mutung atau terbakar, karena tertempel pipa yang panas karena bertegangan tinggi.
“Panas nian Pak ini, kami berharap pada pihak PT PBS agar line pipa ditanamkan. Biasanya pipa ini ditanam kalau melintas di pemukiman padat penduduk atau di pinggir kebun warga,” tegasnya.
Terkait hal itu, ia berharap Pemkab PALI dan DPRD bisa turun tangan agar pihak perusahaan mengindahkan aspirasi masyarakat tersebut. (Bebe)