
Palembang, KabarSriwijaya.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang telah menggelar acara Pembukaan Latihan Kader (LK) II atau Intermediate Training Tingkat Nasional yang digelar di Sekretariat HMI Cab Palembang di Gedung Juang YPU Radial hari ini, Minggu (22/5/2016).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada 53 kader HMI Se-Indonesia yang menjadi peserta pada kegiatan LK II tingkat Nasional ini.
Kegiatan yang bertemakan Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman; Upaya Menjawab Problematika Umat dan Bangsa ini dihadiri oleh dr. Oni Jauhari MM (Kepala Group Manajemen Perubahan Revolusi Mental BPJS Kesehatan), Sudarto KS (Kepala BPJS Cabang Kota Palembang), Solehun M.Pd (Ketua KAHMI Palembang), Budina Sofyan (Departamen PAO PB HMI), kader dan alumni HMI lainnya.
Ketua Umum HMI Cab Palembang, Ramdoni Saputra, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Menjadi aktivis mahasiswa itu cukup enak, sekaligus pahit. Itulah suatu warna dalam gerakan mahasiswa dan bagi HMI hal itu justru memotivasi dalam bergerak sesuai organisasai kader, calon pemimpin Bangsa Indonesia kedepan.
“Indonesia dan Islam tidak bisa dipisahkan. HMI hingga saat ini tetap komitmen untuk mengisi kemerdekaan, pembangunan Bangsa Indonesia dengan nilai-nilai Islam,” Ungkap Ramdoni.
Sementara itu, dalam sambutan sekaligus membuka LK II Tingkat Nasional ini secara resmi, Solehun M.Pd, Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Palembang mengungkapkan bahwa HMI harus siap tetap kritis dan solutions terhadap sosial dan kebijakan pemerintahan. Sehingga HMI dapat bermakna dalam artian bermanfaat bagi umat dan bangsa.
“Saat ini perkembangan sosial, marak terjadinya tanda-tanda degradasi moral, salah satunya seperti kekerasan sexsual yang dilakukan remaja di Bengkulu yang baru-baru ini jadi sorotan publik. Hal itu adalah merupakan tanggung jawab kader HMI untuk berperan aktif turut memberbaiki moral remaja yang merupakan penerus bangsa Indonesia kedepan,” ungkap Solehun menambahkan.
Seyogyanya acara ini akan dihadiri oleh Prof. dr. Fahmi Idris (Direktur Utama BPJS), namun karena berhalangan Fahmi Idris diwakili oleh dr.Oni Jauhari MM.
Dalam sambutannya, dr. Oni mengatakan, meminta maaf atas tidak dapat hadirnya dr. Fahmi Idris, karena sedang kurang sehat.
Selain itu, dalam sambutannya Ia menjelaskan fokus utama dari BPJS di Tahun 2016 ini. Yaitu terdapat 3 fokus utama yang akan menjadi prioritas BPJS Kesehatan.
“Fokus Pertama adalah Sustainabilitas Keuangan, untuk menjamin keberlangsungan program JKN-KIS menuju cakupan semesta. Caranya melalui optimalisasi rekrutmen Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dan peningkatan pengawasan kepatuhan, serta peningkatan upaya collecting iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan penguatan investasi,” kata dr. Oni.
“Fokus kedua adalah Pemantapan layanan, dalam rangka meningkatkan kepuasan seluruh peserta. Caranya dengan memperkuat sistem pelayanan on line untuk peserta PPU, implementasi Coordination of Benefit (COB), perluasan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (tingkat pertama dan lanjutan) khususnya optimalisasi peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai lini pelayanan tingkat pertama,” tambahnya.
“Dan, fokus ketiga adalah Optimalisasi Revolusi Mental, yaitu dengan semakin meningkatkan integritas, etos kerja dan sosialisasi prinsip serta budaya bahwa dengan gotong royong maka target JKN-KIS menuju cakupan semesta untuk seluruh rakyat Indonesia akan lebih cepat tercapai,” tambahnya lagi.
“Dukungan masyarakat serta stakeholder terkait sangat dibutuhkan untuk tercapainya jaminan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutup dr. Oni (Hrs)