DAERAHSUMSEL

Kadis PUBM-TR Sumsel Tinjau Penyelesaian Dua Proyek di MLM

Lubuklinggau, KabarSriwijaya.com – Setelah mangkrak selama empat tahun, pembangunan jembatan Air Kelingi Tanah Periuk akhirnya segera diselesaikan oleh pemerintahan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, ditandai dengan peninjauan langsung penyelesaian kegiatan oleh Kadis PUBM-TR Sumsel. Kamis, (17/10/2019).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Dharma Budi, didampingi PPTK, Bayazi mengatakan, pembangunan jembatan Air Kelingi penghubung Desa Tanah Periuk Kabupaten Musi Rawas dan Kelurahan Simpang Periuk Kota Lubuklinggau harus segera diselesaikan mengingat jembatan ini merupakan urat nadi dua wilayah tersebut.

Dilanjutkan Kadis, perekonomian kedua wilayah itu akan terganggu jika tidak rampung tahun 2019, sebab jembatan lama hampir tak mampu menampung arus kendaraan yang semakin padat, sementara kondisi jembatan sempit dan sudah tua.

Jembatan yang dibangun pada tahun 2014 lalu, sampai saat ini belum beroperasi. Hal ini dikarenakan masalah yang dihadapi selama ini yakni masalah ganti rugi yang belum menemukan titik terang.

Kadis menjelaskan, jika selama ini jembatan tersebut tertunda karena ganti rugi belum menemui titik terang, dan pada tahun 2014 KJPP belum sekencang sekarang, semenjak adanya KJPP bisa membantu menjembatani apa yang menjadi maunya masyarakat.

loading...
H. Dharma Budi, Kadis PUBM-TR Sumsel

“Kalau pemerintah berapapun dibayar asal ada dasar hukumnya, KJPP inilah yang menentukan dasar hukum dan item-item itu,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pekerjaan ini kembali dilakukan karena Gubernur pernah berjanji kepada Walikota dan Bupati pada tahun 2018 lalu, jika tahun depan jembatan ini akan diselesaikan.

“Alhamdulillah semua sudah clear, karena pembebasan lahannya sudah, kesepakatannya sudah, dan saya kira itu bukan ganti rugi, tapi ganti Untung,” ungkapnya.

Jembatan yang merupakan penghubung Simpang Priuk, Tugumulyo, dan Terawas ini mempunyai panjang 150 meter, dan ditargetkan selesai pada 2019, karena semua sudah di PHO.

BACA JUGA :  Pelayanan Harus Nomor Satu

Selain menyelesaikan pembangunan jembatan, pihaknya juga memperbaiki jalan efektif dari Simpang Periuk, Tugumulyo, ke Simpang Empat Terawas sepanjang 38 kilometer, dan dilanjutkan pemeliharaan jalan dari Simpang Terawas sampai ke Desa Maur Musi Rawas Utara.

“Dengan dibangunnya jembatan dan jalan ini semoga roda perekonomian semakin meningkat tanpa kendala, untuk masalah teknis silahkan tanya PPTK,” kata Dharma Budi.

Secara teknis PPTK Bayazi, menjelaskan, konstruksi jalan dikerjakan menggunakan acbc atau aspal, untuk rekon ada yang satu lapis dan ada yang dua lapis, atau agregat A dan agregat B, untuk aspal dua lapis, yakni asikis dan asifisi.

Panjang total jalan 38 kilometer, dan hanya dikerjakan sepanjang 5 kilometer, karena panjang jalan itu fungsional, tapi yang dikerjakan kontraktor hanya efektif, jadi dengan kondisi anggaran yang terbatas hanya bisa dikerjakan sepanjang 5 kilometer saja, jelasnya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara (MLM) Mujiono, didampingi Stafnya Feri Yulius, mengatakan, terlambatnya penyelesaian pembangunan jembatan Air Kelingi dikarenakan belum ada titik temu (kesepakatan) antara pemerintah Provinsi Sumsel dengan masyarakat soal pembebasan lahan warga yang terkena pembangunan proyek tersebut.

“Alhamdulullah setelah dilakukan pendekatan persuasif, masalah tersebut bisa diselesaikan,” kata Mujiono.

Ditimpali Feri Yulius, pemerintahan sekarang memang memprioritaskan pembangunan yang bersentuhan langsung kepada masyarakat, contohnya akses jalan dan jembatan, tak lain tujuannya untuk meningkatkan perekonomian yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun berikutnya pembangunan bertambah luas,” demikian Feri. (BRY)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close