
OKU, KabarSriwijaya.com – Puluhan Dewan Guru, Ketua Komite dan perwakilan wali murid dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 25 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyambangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk meminta perlindungan atas ancaman dan intimidasi dari oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dan oknum pejabat Dinas Pendidikan Kab OKU, Selasa (27/12/16).
Massa disambut oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kab OKU Feri Rizky bersama sejumlah anggota DPRD OKU lainnya dari Komisi I, diantaranya Ir H Syaifudin AB dan Ledi Patra.
Dalam pertemuan antara dewan guru dan anggota DPRD OKU yang digelar di ruang Banmus juga dihadiri oleh pihak Dinas pendidikan (Disdik) OKU, Paranto selaku kepala Bidang Pendidikan Dasar dan menengah (Disdasmen).
Yang mana dalam pertemuan tersebut belasan guru mengungkapkan pengalaman mereka kepada anggota DPRD OKU yang mana mereka mendapat intimidasi dan ancaman akan dibinasakan jika masih tetap bersikeras menuntut pergantian kepala sekolah SD N 25 Erliza yang dianggap bertindak arogan kepada dewan guru.
Dimana sebelumnya diberitakan bahwa adanya desakan dewan guru SDN 25 OKU untuk segera mencopot jabatan Kepala Sekolah dikarnakan bertindak arogan dan memecah belah persaudaraan dewan guru pihak Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) turun untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami merasa diperlakukan tidak adil, karena kepada sekolah telah mengancam tidak menandatangani berkas sertifikasi, padahal itu hak kami,” tutur seorang guru yang namanya enggan di tulis.
Ihwal terjadinya ketidak harmonisan ini terjadi pada (19/12) Senin lalu, para guru di kumpulkan oleh Kepala Sekolah untuk menyelesaikan persoalan.
“Tapi pertemuan itu malah buat kami tambah runyam, akhirnya diantara guru saling tuding dan saling curiga-mencurigai, namun ironinya, sang Kepala Sekolah bukan melerai, tapi bertepuk tangan akan kejadian tersebut,” sambungnya.
Padahal kata dia, seharusnya pertemuan antara guru dan kepala sekolah tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, untuk kepentingan anak didik.
“Kalau kondisi ini di biarkan berlarut, yang akan menjadi korban adalah anak didik, terlebih lagi bagi siswa kelas VI yang akan menghadapi Ujian Nasional,” tangkasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya ketidak harmonisan ini, Pejabat yang berwenang segera mencopot Kepala Sekolah yang sekarang.”Demi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar kami minta kepala sekolah segera di copot,” pintanya tegas yang diaminkan rekan rekannya.
Dituturkan oleh para dewan guru, setelah pertemuan tersebut beberapa hari kemudian pihak dewan guru mendapat intimidasi dan ancaman oleh Kabid Dikdasmen Paranto yang meminta agar dewan guru untuk menurut saja dengan kepemimpinan kepala sekolah yang di nilai arogan.
“Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan,” tutur salah satu guru menirukan ancaman kepada dirinya dan rekannya yang lain.
Untuk itulah belasan dewan guru mendatangi gedung DPRD OKU guna memint perlindungan atas apa yang mereka alami, sehingga para guru merasa terancam dan tidak nyaman dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.
“Kami kesini mintak perlindungan pak. Saya dan rekan lainnya sudah tidak nyaman lagi bekerja, bahkan saya selalu dikawal oleh suami karena takut terjadi apa-apa dengan diri saya terkait ancaman itu. Kalau memang Kepsek (Erliza, red) masih dipertahankan, saya mohon kami dipindahkan saja karena kami sudah tidak tahan lagi dengan kepemimpinan dia,” ungkapnya dihadapi anggota DPRD OKU.
Mendengar keluh kesah para dewan guru, DPRD OKU mendesak agar pihak Disdik OKU segera mencarikan solusi agar kegiatan mengajar dan mengajar disekolah dapat berjalan kembali, mengingat jika hal itu dibiarkan berlalut akan mengancam masa depan anak didik.
“Saya mohon agar kiranya pihak Disdik segera mengambil langkah untuk menyelamatkan pendidikan para anak didik di SD N 25 OKU. Sebab kami nilai para guru sudah tidak sanggup lagi mengajar disana,” tegas H Sayifudin AB.
Sementara itu, Kabid Dikdasmen Disdik OKU Paranto membantah telah melakukan intimidasi dan ancaman terhadap para guru.
Menurutnya, kalimat “kalau tidak bisa dibina ya dibinaskan” merupakan bentuk pembinaan terhadap bawahan.
Sebab menurut dia pihaknya sudah mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut namun hal itu butuh proses dan waktu.
“Tidak ada ancaman, para guru dan Kepsek merupakan milik kita semua. Yang jelas setelah libur ahir semester ini. Begitu masuk lagi dan proses belajar mengajar dimulai, Kepala sekolah SD N 25 OKU sudah diduduki oleh pejabat baru,” tegasnya akan segera mencopot Erliza dari jabatannya sebagai kepsek. (RM)
