
KabarSriwijaya.com, Palembang – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Mulyadi P Tamsir dilangsir di website resmi pbhmi.co.id menginstruksikan HMI untuk segera melaporkan kepolisian di tingkatan masing-masing HMI
“Atas nama PB HMI, kami menginstruksikan pada seluruh Badko dan seluruh Cabang se-Indonesia untuk melaporkan pernyataan Thony Saut Situmorang kepada pihak kepolisian setempat. (Badko ke Polda, dan Cabang ke Polres dan Polrestabes) secara serentak pada hari Senin, 9 Mei 2016 dan Kemudian laporan tersebut disampaikan kepada DPRD (komisi hukum) untuk ditindaklanjuti dan dikawal secara bersama”Tegasnya
Menanggapi instruksi tersebut HMI Cabang Palembang dan KAHMI Kota palembang melakukan pertemuan Minggu Malam (8/5) di Sekretariat HMI Cabang Palembang Jalan Radial untuk membahas langkah HMI dan Kahmi
Dalam pertemuan itu di sepakati ada dua gerakan moral yang akan dilakukan HMI dan Kahmi akan melakukan Aksi dan membuat laporan ke Polda Sumsel
Ketua Umum HMI Palembang Ramdoni menjelaskan bahwa gerakan yang akan di lakukan adalah sesuai dengan instruksi PB HMI
“Senin besok kita akan rapatkan barisan untuk melaporkan saut situmorang ke polda sumsel” ujarnya
Berharap besok kader adan alumni HMI palembang bersatu besok untuk bergerak untuk mendatangi Polda Sumsel Solihun Ketua Umum Kahmi Palembang mengajak seluruh keluarga besar HMI
“Kita serukan kepada Kader dan Alumni HMI untuk bersama kita laporkan saut situmorang, ini akan gerakan nasional” tegas Solihun
Kuasa Hukum HMI Cabang Palembang Amrullah, SH menegaskan bahwa pasal yang akan yang akan kita laporkan ke polda adalah pencemaran nama baik dan Melanggar UU IT tentang Kebencian (hate speech)
” kita akan melaporkan SS Pasal Penghinaan, Pencemaran nama baik, Perbuatan tidak menyenangkan, besok kita akan langsung ke Polda Sumsel” ungkapnya
Koordinator Gerakan M Khalifah Alam menyatakan akan hadir Kader dan Alumni HMI yang mendatangi Polda Sumsel dan beberapa tokoh populer HMI
“Besok akan hadir alumni HMI dari berbagai profesi, pengacara, akademisi, politisi, budayawan, dokter dan birokrat untuk bergabung dalam gerakan ini” tegasnya. (Hrs)
