
Palembang, KabarSriwijaya.com – Merebaknya isu kemunculan laten komunis “PKI” yang terjadi di Indonesia, yang saat ini juga ikut merambah Kota Palembang, Sumatera Selatan. Indikasi kemunculan ini dilihat dari peristiwa beredarnya stiker-stiker bergambar “Palu-Arit” yang mulai bermunculan di beberapa titik Kota Palembang beberapa hari yang lalu.
Kasus peredaran atribut laten ini, sekarang tengah diselidiki oleh Kodam II/Sriwijaya, yang saat ini sedang berusaha mengungkap oknum pelaku yang dinilai telah membuat resah warga Sumsel khususnya warga Kota Palembang.
Menyikapi hal ini, Kalangan Pemuda di Sumsel sepakat bahwa isu ini harus diwaspadai, dan kasus-kasus serupa sangat perlu ditanggulangi.
Menurut Direktur Gemilang Institute, Rifani Akhiyar Qolbi, peristiwa kemunculan laten ini harus mendapat perhatian yang sangat serius untuk ditanggulangi.
“Kita sebagai masyarakat Kota Palembang harus memiliki respon cepat dalam menyikapi kasus ini, jangan sampai kasus ini dibiarkan, hingga kasus ini akan terus bermunculan”. Ujarnya saat diwawancarai pada Jum’at (13/5) di Gedung Juang YPU, Radial.
“Bila hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin gerakan ini akan menjadi sebuah gerakan massif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan Nasional”. Ujarnya menambahkan.
Hal hampir senada juga disampaikan oleh Ketua Jaringan Pemuda Sumsel, Redi Kales SH. Ia mengungkapkan kebangkitan PKI ini harus diwaspadai, dan jadi tanggung jawab semua pihak.
“Yang perlu diingat, bahwa TAP MPRS 1966 masih berlaku. Artinya ketika ada oknum yg menyebarluaskan segala atribut PKI itu sudah melanggar hukum”,
“Dan kami sebagai salah satu elemen pemuda di Sumsel akan selalu siap mendukung dan membantu Pemerintah serta aparat penegak hukum agar Kemunculan laten ini dapat segera ditanggulangi”. Ungkapnya mengakhiri. (Hrs)
