
Muratara, KabarSriwijaya.com – Warga Muratara khususnya di Kecamatan Rupit menduga data dari Pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang merupakan program pemerintah pusat yang akan dibagikan kepada masyarakat miskin, menggunakan data yang tidak valid lantaran masih menggunakan data tahun 2011.
Ketua Forum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Ardi menyebutkan bahwa seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Rupit saat ini menolak pemberian KKS tersebut dengan alasan data tidak sesuai dengan situasi data Rumah Tangga Miskin (RTM) yang ada.
“Faktor yang terjadi, status sosialnya. Seperti ada salah satu masyarakat mantan P3N yang sudah lama meninggal dunia, namun namanya masih tercatat sebagai daftar penerima KKS,” bebernya.
Dikatakannya, untuk di Kecamatan Rupit sendiri, berdasarkan Pembaruan Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015 sebenarnya ada sebanyak 15.681 masyarakat miskin.
“Namun nyatanya, yang akan mendapatkan KKS akan diserahkan melalui kantor pos sekarang ini hanya 1000 an lebih masyarakat, atau kurang dari 2 persen saja,” jelasnya.
Ia menduga, data yang akan menerima KKS tersebut masih menggunakan data pada 2011 lalu. Sedangkan, kemungkinannya sudah banyak yang meninggal dunia, atau status sosialnya sudah bisa dikatakan tidak layak lagi menerima KKS. “Atau yang dulunya tidak layak menerima, sekarang berdasarkan realitanya layak menerima,” terangnya.
Saat ini, pihaknya dan Kades meminta supaya mengadakan musyawarah kecamatan untuk menyelesaikan permasalahan saat ini.
“Kita harus musyawarah, karena ini akan menjadi permasalahan. Nanti, hasil musyawarah disampaikan kepada dinas terkait,” imbuhnya. (Mir)