
KabarSriwijaya.com, Palembang – Dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2018, Forum Dusun Demokrasi (DD) mengadakan Obrolan Akhir Tahun (OBAT). Kegiatan ini juga diadakan dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin kedepan untuk Sumsel lebih maju dan sejahtera.
Salah satu pengamat Politik Sumsel sekaligus dosen FISIP UNSRI M.H Thamrin mengungkapkan diskusi ini ditekankan tidak kepada subjek individunya tetapi untuk proses pencalonan dari individu, dengan mengusung calon-calon terbaik bisa maju dalam pemilihan.
“Para calon yang maju diharapkan tidak terperangkap dalam oligarki partai sehingga calon-calon individu yang tidak diusung partai bisa maju, karena ditunggu sampai Januari siapa yang akan maju jadi harus dengan sistem terbuka,” urainya saat diwawancara di hotel Batiqa, Rabu (27/12).
Lanjut Thamrin, bahwasanya untuk kriteria calon pemimpin kedepan wajib mendengar suara rakyat, punya managerial kepemimpinan yang baik, dan visioner, tegasnya.
Dalam Pilkada yang sarat akan money politic, Thamrin menambahkan, untuk sistem Parlementary di Indonesia maka money politic akan muncul, dimana pastinya akan ada uang perahu. Dan apabila itu dihilangkan, akan semakin banyak kader-kader bermunculan.
“Tetapi, dengan sistem sekarang ini (Pilkada serentak) pasti kader yang maju akan dapat berhitung, semoga yang maju bukan kader yang oportunis,” tambahnya.
“Tidak dipungkiri, siapa yang modal kuat pasti menang. Dibalik itu, calon pemimpin harus punya visi untuk memajukan dan mensejahterakan Sumsel kedepannya, tukasnya.
Selain itu, Darwis selaku Panitia Pelaksana menambahkan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk edukasi masyarakat supaya mendapatkan pengetahuan dan memilih pemimpin dengan hati nuraninya dan pemimpin terpilih dapat menjalan program dengan baik dan benar, jelasnya.
Lanjut Darwis, kedepannya akan diperbanyak diskusi bukan hanya akhir tahun saja, untuk awal tahun, dan bersifat continue sampai pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang, tukasnya.(DNK)