PalembangSUMSEL

Banyak Pemuda Maju Hadapi Pileg 2019, Tanda Demokrasi Berkembang Baik

Caleg DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil Sumsel 1, Qodri Usman (Kiri) saat menjadi Nara sumber diskusi ‘Pemuda Menghadapi Pileg 2019’ di Kedai Tiga Nyonya Palembang (11/08/2018).

Palembang, KabarSriwijaya.com : Semakin banyak Pemuda maju dalam menghadapi Pileg 2019 dinilai sebagai pertanda bahwa sistem demokrasi kita sedang berkembang menuju arah yang lebih baik. Inilah yang tertuang dalam diskusi Ngobrol Inspiratif dan kreatif bersama Bung Fatkurohman di Kedai Tiga Nyonya Palembang, Sabtu (11/08/2018)

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Bina Darma, Rahma Santi menjelaskan bahwa trend anak muda maju dalam konstalasi Pileg 2019 menunjukan trend politik sedang menuju kearah lebih baik.

Menurut Rahma, generasi muda saat ini sudah mulai memiliki kepedulian dalam mengikuti kontestasi politik. Namun dalam menghadapi Pileg 2019, mereka masih perlu mendapat pendidikan politik atau arti penting memilih anggota legislatif. “Mahasiswa masih butuh diberikan edukasi politik kenapa mereka harus memilih,” ujarnya.

Sementara itu, Caleg Hanura Sumsel dan juga Ketua DPD Gema Hanura Sumsel, Qodri Usman, melihat bahwa keberadaan caleg muda khususnya kaum pergerakan saat ini sudah memiliki modal sosial diawal sehingga mampu membangun kekuatan di akar rumput.

“Sebagai caleg tentu saja memahami kondisi masyarakat di daerah pemilihan sangat penting semisal problem minimnya lapangan kerja harus ada solusi efektif yang di tawarkan seperti pemberdayaan dan keterampilan. Nah problem bacaleg ini menjadi hal yang menjawab problem di masyarakat”, ungkap Qodri Usman.

loading...

“Maka dari itu saya maju menjadi legislatif karna ingin benar – benar mewujudkan demokrasi yang sehat, adil, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat banyak,” tambahnya.

Praktisi Survey Sumsel, Bambang Yusantra mengungkapkan bahwa Party ID atau identifikasi partai di Indonesia masih sangat kecil. “Baru 10 persen masyarakat memiliki Party ID atau orang yang sudah menentukan pilihan partai, ini menjadi peluang besar bagi partai untuk bergerak dan meyakinkan pemilih”, terangnya.

BACA JUGA :  Peringati Maulid, HMI Palembang Ajak Umat Bangkit

Diutarakan Bambang, perubahan suara dalam pemilu memang sangat dipengaruhi oleh Party ID dan tergantung sejauh mana strategi politik partai mampu menjawab problem masyarakat ditingkat bawah, selain itu Personal Branding caleg juga sangat menentukan tingkat memilih warga dari sana bisa kita lihat mesin partai bergerak atau tidak”, tukasnya.

Disisi lain, Pengamat Politik Tata Negara Fakultas Hukum Unsri menjelaskan mengenai aturan pemilu yang ada saat ini telah memberikan banyak sisi positif dalam hal penegakan demokrasi yang partisipatoris.

“Aturan yang dibuat memang harus dijalankan oleh semua kontestan dalam Pemilu 2019 maka dari itu pileg 2019 akan membawa semangat perubahan besar bagi bangsa Indonesia karna banyak generasi muda yang memiliki integritas, keilmuan yang mumpuni ” ujarnya. (SB)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close