
OKU Timur, KabarSriwijaya.com – Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H. bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Junadi didampingi Kapolsek Martapura gelar Sidak pasar tradisional Martapura. Guna memastikan stok dan kestabilan harga pada sembilan bahan pokok (Sembako) di wilayah pemasaran Kabupaten OKU Timur pada Rabu (22/12).
Tampak rombongan turun melihat langsung dan meninjau pasar karena Wakil Bupati OKU Timur, Yudha ingin pastikan stok dan harga kebutuhan pokok aman menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2022. Operasi pasar sekaligus tinjau gudang bulog untuk memantau ketersediaan Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) apakah ketersediaan mencukupi untuk masyarakat seperti, beras, minyak sayur, gula, maupun telur.
Menurut Yudha, beberapa stok kebutuhan pokok seperti daging dan sayur dalam kondisi aman. Meskipun terdapat kenaikan harga disejumlah komoditas seperti daging, minyak dan bawang dari segi harga terpantau masih relatif stabil, tidak terlalu mengalami kenaikan yang signifikan.
“Alhamdulilah kita siap untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru. Insya Allah tadi semua bahan pokok kondisinya aman. Harga juga naik tidak secara signifikan, semua masih terjangkau. Kondisi normal, bahkan kita siap untuk menghadapi momentum perayaan Nataru”, jelas Yudha.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Junadi menyampaikan, sejauh ini sudah cek di beberapa titik pasar dari tanggal 20 Desember lalu untuk memonitoring dan meninjau di Delapan titik Pasar.
“Alhamdulillah ketersediaan dan harga pangan dan ketersediaan dibilang cukup dan aman namun ada kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng dan bawang dan telur ayam yang mengalami kenaikan namun naiknya, tidak terlalu signifikan ditambah ketersediaan stok pangan kita sangat berlimpah”, ungkap Junadi.
Ditanyakan Stok Beras, Junadi menyampaikan stok beras di Gudang Bulog Martapura dengan memiliki jumlah ketersediaan mencapai 5.258,15 Tonase.
“Insya Allah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan jumlah kebutuhan kurang lebih berjumlah 680.000 jiwa itu bila kita totalkan dengan kebutuhan masyarakat itu hanya sekitar 61.000 ton”, imbuhnya.
Ditambahkan Junadi, kegiatan pemantauan harga dan pasokan pangan pokok dihari besar keagamaan tahun 2021 sesuai dengan undang-undang nomor 18 tahun 2012, tentang pangan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan.
“Itu yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya aman beragam bergizi merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama dan keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat aktif dan produktif”, pungkasnya. (GI)
